INDEF Sebut Produksi Pangan Terjaga, Sejumlah Komoditas Alami Surplus

INDEF Sebut Produksi Pangan Terjaga, Sejumlah Komoditas Alami Surplus

Diffa Rezy - detikFinance
Selasa, 03 Mar 2026 20:43 WIB
INDEF Sebut Produksi Domestik Masih Kuat, Sejumlah Komoditas Alami Surplus
Foto: Kementan
Jakarta -

Produksi pangan nasional dinilai tetap terjaga di tengah tekanan global dan dinamika perdagangan internasional. Laporan Monthly Update Februari 2026 dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyebut kapasitas produksi domestik masih kuat, bahkan sejumlah komoditas strategis mengalami surplus.

Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development INDEF Abra Talattov menyampaikan bahwa tekanan harga pangan di awal 2026 lebih dipengaruhi oleh persoalan distribusi dan tata niaga, bukan keterbatasan produksi. Kondisi ini menunjukkan fondasi suplai pangan nasional relatif aman.

INDEF mencatat subsektor peternakan tumbuh 6,72% year-on-year (YoY) pada Triwulan IV-2025 dan menjadi salah satu penopang utama sektor pertanian. Sepanjang 2025, produksi ayam ras pedaging tercatat surplus hampir setiap bulan dengan kelebihan pasokan sekitar 13-50 ribu ton, menandakan produksi domestik mampu melampaui kebutuhan konsumsi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abra menilai surplus tersebut mencerminkan kuatnya kapasitas industri perunggasan nasional. Namun, dalam situasi oversupply, kebijakan perdagangan dan pengelolaan pasar perlu dirancang secara hati-hati agar tidak menekan harga di tingkat peternak, khususnya pelaku skala kecil dan mandiri.

ADVERTISEMENT

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menegaskan bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri meski terdapat kekhawatiran karena dampak konflik Timur Tengah.

"Pangan kita lebih dari cukup. Ingat, pangan yang menjadi sangat inti, pangan kita yang menjadi utama adalah untuk Indonesia karbohidrat dan beras. Komoditas lain seperti telur, ayam, dan jagung juga dalam kondisi aman, dengan opsi substitusi pangan tetap tersedia apabila terjadi gangguan pasokan. Jadi stok pangan inti nasional aman dan pemerintah terus mengawal stabilitas hingga Lebaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Pernyataan tersebut menguatkan analisis INDEF bahwa dari sisi produksi, ketersediaan pangan domestik tetap terjaga. Dengan pertumbuhan subsektor peternakan dan surplus ayam ras pedaging, sektor pangan nasional dinilai memiliki fondasi kokoh untuk menopang kebutuhan masyarakat sepanjang 2026.




(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads