Nasib Ekspor Fesyen hingga Kuliner RI Imbas Perang AS-Iran

Nasib Ekspor Fesyen hingga Kuliner RI Imbas Perang AS-Iran

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 04 Mar 2026 12:56 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS)-Iran memicu kekhawatiran terhadap arus perdagangan global. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf), Teuku Riefky Harsya bicara soal nasib ekspor industri kreatif Indonesia ke kawasan tersebut.

Riefky menyebut ada tiga subsektor ekonomi kreatif (ekraf) yang selama ini menjadi primadona ekspor ke Timur Tengah. Ketiga subsektor tersebut, meliputi fesyen, kuliner, dan kriya.

"Kalau Timur Tengah memang fesyen, kuliner, kriya itu menjadi tiga subsektor ekraf yang saat ini juga ekspornya cukup tinggi," ujar Riefky di kantor Shopee Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski potensi kendala ekspor di depan mata, Riefky menegaskan akan terus memantau pergerakan data ekspor dengan koordinasi ketat dengan instansi terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, hingga Badan Pusat Statistik (BPS). Ia juga akan berdiskusi dengan instansi lain terkait dampak ke subsektor tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebagai langkah antisipasi efek domino perang terhadap ekonomi nasional, Riefky menekankan pentingnya menjaga pasar domestik. Ia ingin agar merek lokal tidak hanya bergantung pada ekspor, tapi juga menjadi raja di rumah sendiri.

"Kita akan duduk bagaimana dampaknya, tetapi yang paling penting adalah bagaimana market dalam negeri ini tetap kita harus jaga," tambah Riefky.

Ia berharap industri kreatif bisa meniru ketangguhan UMKM saat menghadapi pandemi covid-19. UMKM serta sektor ekraf diharapkan kembali menjadi tulang punggung ekonomi saat perdagangan internasional terganggu.

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong hilirisasi sektor ekraf untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Hilirisasi tidak hanya diperuntukkan di sektor tambang saja, melainkan juga di sektor fesyen, kuliner, hingga kerajinan.

"Industri kreatif yang tadinya impor bisa digantikan dengan produk-produk lokal. Kita harapkan itu baik penjualan dan penyerapannya itu dari Indonesia, untuk Indonesia oleh Indonesia ini benar-benar dapat kita lakukan," jelasnya.

Tonton juga video "Purbaya Yakin APBN Kuat Hadapi Krisis Global: Penerimaan Pajak Membaik"

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads