2.500 IRT di 8 Kota Tambah Penghasilan Lewat Ekosistem Shopee

2.500 IRT di 8 Kota Tambah Penghasilan Lewat Ekosistem Shopee

Shalli Irda - detikFinance
Kamis, 05 Mar 2026 15:03 WIB
Program Shopee Affiliate
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Pertumbuhan transaksi e-commerce dalam satu dekade terakhir turut membuka peluang baru di dunia kerja, salah satunya profesi affiliator. Pekerjaan ini dinilai menjanjikan karena fleksibel, minim modal, dan bisa dijalani dari rumah.

Riset Populix pada 2025 menyebut 67% affiliator berhasil memperoleh penghasilan tambahan. Kondisi ini membuat affiliate semakin dilirik sebagai salah satu opsi pekerjaan yang dapat dijalani berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya mengatakan affiliator merupakan profesi yang potensial di industri ekonomi kreatif. Menurutnya, profesi ini bisa menjadi jalan bagi ibu rumah tangga dan generasi muda untuk mencapai kemandirian ekonomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah ketidakpastian ekonomi global, resiliensi ekonomi keluarga melalui penguatan peran para ibu dan generasi muda menjadi hal krusial. Kalau kita lihat data, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif di tahun 2025 mencapai 27,4 juta orang, termasuk di dalamnya affiliator," jelas Teuku Riefky dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).

Hal itu disampaikan Teuku Riefky dalam acara 'Laporan Capaian Program Emak-Emak Matic dan Gen Matic' di Jakarta, pada Rabu (4/3).

ADVERTISEMENT

Salah satu contoh datang dari Khairani Marda, ibu rumah tangga asal Depok yang dikenal dengan nama panggung Bundo Iren. Ia mulai menekuni profesi sebagai Shopee Affiliate sejak Oktober 2025 setelah mengikuti pelatihan Gen Matic yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Kemenekraf) dan Shopee.

Bagi Bundo Iren, affiliate menjadi alternatif pekerjaan yang fleksibel dengan penghasilan yang cukup menjanjikan. Profesi ini memberinya kesempatan memperoleh tambahan penghasilan tanpa harus meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga.

Ia mengaku mulai mengenal Shopee Affiliate setelah mengikuti pelatihan Gen Matic yang diadakan Shopee dan Kemenekraf tahun lalu.

"Awalnya, saya iseng buat konten promosi pakai barang-barang rumah yang saya beli lewat Shopee. Alhamdulillah dari situ malah dapat penghasilan tambahan jadi keterusan sampai sekarang," tutur Bundo Iren.

Perempuan berusia 36 tahun itu mengatakan pekerjaan sebagai affiliate dapat dimulai hanya dengan smartphone dan koneksi internet. Menurutnya, kunci utama bukan terletak pada peralatan canggih, melainkan kreativitas dan konsistensi dalam membuat konten.

Bundo Iren juga menekankan, kunci keberhasilan adalah tetap aktif membuat konten dan memahami target penonton. Menurutnya, mayoritas penonton berasal dari kalangan ibu-ibu, sehingga ia fokus mempromosikan produk yang relevan seperti peralatan masak dan perabot rumah.

"Saya juga mengusahakan untuk upload setidaknya tiga konten sehari, karena kalau video kita sering muncul, penonton jadi lebih familiar dan percaya dengan rekomendasi yang saya berikan," jelasnya.

Pelatihan Gen Matic disebut tidak hanya membuka jalan baru bagi Bundo Iren sebagai affiliator. Berkat ilmu yang diperoleh selama pelatihan, ia juga berhasil meningkatkan komisi secara signifikan hingga 20 kali lipat.

Bundo Iren menyampaikan, Shopee Affiliate membuka peluang bagi banyak orang, khususnya ibu rumah tangga, untuk memperoleh penghasilan dari rumah. Ia mendorong agar ibu rumah tangga mencoba membuat video dengan barang yang ada di rumah.

"Kalau ada kesempatan belajar gratis langsung ikutan aja ya supaya pengetahuan kita bertambah dan semakin termotivasi. Kuncinya adalah semangat dan konsisten, insyaallah akan terbuka rezekinya," tutupnya.

Sebagai informasi, program 'Emak-Emak Matic dan Gen Matic' merupakan inisiatif Kemenekraf. Program ini dirancang untuk membekali ibu rumah tangga dan generasi muda dengan keterampilan digital agar mampu memanfaatkan peluang di ekosistem Shopee.

Sejauh ini, lebih dari 2.500 peserta di delapan kota; Malang, Jakarta, Bogor, Solo, Balikpapan, Kediri, Bali, dan Tangerang yang telah mendapatkan pelatihan. Mereka dipersiapkan untuk mengoptimalkan peran sebagai penjual, merchant, maupun affiliator, sehingga dapat meningkatkan potensi ekonomi melalui platform digital.



(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads