Tukar Uang Rp 1 Juta, Pulangnya Bisa 'Kepotong' Rp 250 Ribu di Asemka

Tukar Uang Rp 1 Juta, Pulangnya Bisa 'Kepotong' Rp 250 Ribu di Asemka

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 09 Mar 2026 14:23 WIB
Penukaran Uang Pinggir Jalan
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Bagi sebagian orang, menukar uang baru nominal kecil sudah menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Uang baru itu kerap digunakan sebagai 'isian amplop' Lebaran untuk kemudian diberikan kepada sanak famili atau keluarga dekat sebagai bentuk berbagai.

Sayang, tingginya permintaan membuat sebagian masyarakat sulit atau bahkan tak kebagian 'jatah' untuk menukar uang baru. Alhasil jasa penukaran uang di pinggir jalan menjadi alternatif sebagian orang.

Berdasarkan penelusuran detikcom, Senin (9/3/2026), di sudut-sudut Jalan Asemka Jakarta Barat terdapat banyak 'pedagang' jasa tukar. Setidaknya terdapat 13 penyedia uang baru di satu titik itu saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya bermodalkan bangku plastik dan payung sebagai penangkal terik matahari siang ini, di sudut-sudut jalan dekat Kota Tua itu sebagian mereka menjajakan uang pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 untuk ditukarkan kepada 'pembeli'.

Sementara tarif jasa yang dikenakan untuk penukaran berbeda-beda, tergantung pada pecahan uang baru yang diinginkan. Mulai dari 10% untuk pecahan Rp 20.000 dan Rp 10.000, kemudian 15% untuk pecahan Rp 5.000, dan 25% untuk pecahan Rp 2.000.

ADVERTISEMENT

Tarif ini berlaku tetap untuk penukaran uang setiap kelipatan Rp 100.000. Meski jika menukar dalam jumlah besar, pembeli jasa berkesempatan untuk mendapatkan diskon yang besarnya bisa ditawar.

"Beda-beda, kita hitung per Rp 100.000. Ini (pecahan Rp 2.000) Rp 125.000, kalau yang ini (Rp 5.000) jadi Rp 115.000. Ini (pecahan Rp 10.000) sama ini (Rp 20.000) sama, jadi Rp 110.000)," terang salah seorang penukar uang yang sudah 10 tahun 'berdagang' di kawasan itu saat ditemui detikcom, Senin (9/3/2026).

"Jadi mau ambil berapa, itu sama semua tarifnya segitu. Tinggal ikutin persenannya saja. Kaya ini (pecahan Rp 5.000) segepok isi Rp 500.000, jadi Rp 650.000. Tapi kalau ambil besar bisa lah kita korting-korting (diskon) berapa," ucapnya lagi.

Dengan asumsi tarif tetap tanpa diskon dari pedagang, untuk menukar uang dengan total nominal Rp 1.000.000 hanya dalam bentuk pecahan Rp 2.000, dibutuhkan dana Rp 1.250.000 (Rp 1.000.000 untuk uang yang ditukarkan + Rp 250.000 untuk jasa penukaran).

Uniknya, jasa penukaran uang pinggir jalan ini bisa dilakukan melalui secara 'non-tunai', yakni dengan transfer dana yang ingin ditukarkan beserta tarif jasanya ke rekening bank milik 'bos' para pedagang.

Setelah transfer dana dipastikan berhasil, dengan cara pedagang menghubungi si pemilik rekening tujuan, mereka akan memberikan uang pecahan baru kepada pembeli. "Bisa transfer. Ini rekening bos," ujar pedagang tersebut saat detikcom menjajal untuk menukarkan sejumlah uang dengan berbagai nominal pecahan.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads