Jasa Tukar Uang Baru Menjamur di Asemka, Kerja Sambil Dijaga 'Mata-mata'

Jasa Tukar Uang Baru Menjamur di Asemka, Kerja Sambil Dijaga 'Mata-mata'

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 10 Mar 2026 08:30 WIB
Penukaran Uang Pinggir Jalan
Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Jasa penukaran uang kembali bermunculan di sejumlah titik jelang Lebaran. Fenomena ini seperti yang terlihat di kawasan Asemka, Jakarta Barat. Belasan penukar uang terlihat mangkal berjejer menawarkan berbagai pecahan uang baru kepada warga yang melintas.

Berdasarkan pantauan detikcom di sekitar Stasiun Jakarta Kota, ada setidaknya 11 jasa penukaran uang yang sedang mangkal di pinggir Jalan Asemka, baik di arah timur dan barat jalan. Tak jauh dari sana, di persimpangan Jalan Pintu Kecil terdapat dua penukar uang lain.

Jarak antara satu penjual dengan yang lain saling berdekatan, ada yang hanya sekitar 1-2 meter saja. Namun ada juga beberapa di antara mereka yang mangkal hingga 5-10 meter. Jumlah penukar uang di sekitar jalan tersebut bisa terus bertambah, mengingat sejak pagi tadi terlihat ada saja orang baru yang datang untuk membuka lapak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya bermodalkan bangku plastik dan payung sebagai penangkal terik matahari siang ini, di sudut-sudut jalan dekat Kota Tua itu sebagian mereka menjajakan uang pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, dan Rp 20.000 untuk ditukarkan kepada 'pembeli'.

"Setiap tahun kita di sini, tapi pas dekat Lebaran doang. Kalau sehari-hari kita nggak buka, nggak ada yang butuh," kata salah seorang penukar uang yang sudah 10 tahun 'berdagang' di kawasan itu saat ditemui detikcom, Senin (9/3/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya selama Ramadan 2026 ini ada saja orang yang sekadar melintas di jalan tersebut kemudian menepi sebentar untuk menukarkan uang mereka. Meski banyak juga yang hanya bertanya-tanya tarif tukar uang saat ini.

"Paling ramai minggu depan, dekat-dekat libur Lebaran kan. Itu mulai banyak yang cari, mungkin di luar sana mereka nggak dapat kan, jadi pada ke sini," ucapnya.

Di luar itu, transaksi penukaran uang ini juga bisa dilakukan secara 'non-tunai', yakni dengan cara transfer ke rekening bank milik 'bos' para pedagang. Setelah transfer dana yang ingin ditukarkan beserta uang jasa sudah masuk, mereka akan memberikan uang pecahan baru kepada pembeli.

Jasa Tukar Uang Dijaga 'Mata-mata'

Meski secara terbuka memamerkan uang baru kepada setiap pengguna jalan yang melintas, penyedia jasa ini tampak jauh dari kata takut kehilangan apalagi dirampok orang.

Rasa kepercayaan diri ini didapat penukar uang pinggir jalan ini berasal dari kebersamaan dengan para penyedia jasa lain yang berada di kawasan itu. Belum lagi menurutnya ada 'mata-mata' yang secara rutin berkeliling dan memantau para penukar uang.

"Kan ada teman kita di sini, mata-mata. Iya ada lah, masa kita doang, ada teman kita di sini," ucapnya.

Menurutnya sosok 'mata-mata' ini merupakan orang utusan dari sosok 'bos' penyedia uang baru. Sebab uang yang dijajakan para penyedia jasa ini merupakan 'titipan' dari sang bos yang memantau dari jauh.

"Jadi bukan kita doang yang di sini, ada di dekat-dekat kita melihat, kalau ada yang jambret langsung dikejar. Bukan duit kita ini, punya orang ini," terangnya.

Ia menjelaskan sistem 'pinjam', penyedia jasa mendapatkan uang baru untuk ditukar di pinggir jalan. Nantinya uang baru ini akan dikembalikan lagi usai seharian dijajakan di pinggir jalan.

"Beli kita juga. Iya beli, saya beli juga, makanya begitu ada tambahan. Kalau tukar dari bank masa kita kasih harga segitu," ujar penyedia jasa tukar uang itu.

"Ratusan juta, ratusan juta lah modalnya. Ada kita pinjaman dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang," jelasnya lagi.

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads