Pasar Jatinegara, Jakarta Timur ramai diserbu rombongan pengunjung yang sebagian besar merupakan ibu-ibu. Toko-toko yang menjual berbagai jenis kue kering di area basement bangunan pasar menjadi pusat berkumpulnya para pengunjung.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, suasana ramai ini sudah terjadi sejak pagi hari. Bahkan saking ramainya, area selasar depan toko kue kering yang menjadi akses jalan sampai tertutup rapat, sehingga sulit untuk dilewati.
Meski kepadatan mulai sedikit terurai, namun hingga siang ini tampak gerombolan pengunjung masih sibuk 'war' sajian khas yang hampir selalu disuguhkan kepada tamu saat perayaan Lebaran ini. Membuat para pemilik toko beserta karyawannya tak henti-hentinya bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pemilik toko kue dan cemilan kering, Nana, mengatakan suasana 'banjir' pembeli ini sudah terasa sejak pekan lalu. Di mana pembelian mayoritas berasal dari pedagang kue lain.
"Ini kan masuk seminggu sebelum libur Lebaran, kalau ramainya sudah dari minggu kemarin. Jadi dari dua minggu sebelum Lebaran tuh sudah ramai," kata Nana saat ditemui detikcom, Selasa (10/3/2026).
"Kalau kemarin tuh yang beli kebanyakan toko-toko, jadi banyak yang beli borongan. Nah sekarang kan orang sudah pada dapat THR, jadi banyak yang beli eceran," jelasnya lagi.
Menurutnya jika dibandingkan dengan hari biasa, penjualan di hari-hari biasa sudah meningkatkan hingga dua kali lipat. Meski mayoritas produk yang dibeli juga sedikit berbeda.
"Bisa dua kali lipat. Cuma kan beda yang dibeli, kalau dekat-dekat Lebaran gini kue kering kaya nastar, sagu keju, lidah kucing paling ramai. Tapi itu kalau hari biasa nggak ada yang beli. Kacang-kacangan, permen, cemilan-cemilan yang paling seiring dibeli kalau hari biasa," terangnya.
Meski begitu, keramaian ini diperkirakan akan terus berlanjut. Utamanya saat akhir pekan sebelum periode libur Lebaran nanti, di mana gelombang pembeli terakhir akan membanjiri sentra kue kering di Pasar Jatinegara sebelum berangkat mudik.
"Kalau hari ini kan masih banyak yang kerja, jadi yang beli hitungannya belum seramai itu. Paling sabtu-minggu besok terakhir, itu yang paling ramai di situ, soalnya orang pada libur kan. Kalau di Jakarta kan banyak yang mudik, jadi mungkin baru pada beli sebelum berangkat," ujarnya.
Karena hal inilah, mayoritas toko di Jatinegara hanya menyiapkan stok kue kering dalam jumlah besar hanya di bulan Ramadan hingga jelang libur Lebaran saja. 'Menunpuk' keuntungan untuk lanjut berdagang hingga setahun ke depan.
"Kalau hari-hari biasanya seperti tahun baru, terus imlek, ya mungkin ada kenaikan ya. Tapi nggak banyak banget seperti Lebaran, itu juga bukan kering semacam nastar atau apa, itu nggak," papar Nana.
Tonton juga video "Tren Kue Lebaran 2025"
(igo/fdl)










































