Dolar AS Tembus Rp 17.000, Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok

Dolar AS Tembus Rp 17.000, Purbaya Curhat Dimaki-maki di TikTok

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 11 Mar 2026 14:51 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Foto: Amanda Christabel/detikcom
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menceritakan pengalamannya dimaki netizen di media sosial TikTok. Hal itu dikarenakan pelemahan rupiah hingga sempat tembus level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (9/3).

Awalnya Purbaya mengatakan pelemahan rupiah terjadi akibat sentimen geopolitik global. Tercatat nilai tukar rupiah terdepresiasi 0,3% terhadap dolar AS sejak perang di Iran, yang dinilai lebih baik dibandingkan beberapa negara lain.

"Nilai tukar dolar AS terdepresiasi sebesar 0,3% sejak perang, jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita seperti Malaysia, Thailand dan lain-lain, jadi kita masih lumayan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi bukan lihat nilai levelnya saja, tetapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya, dari situ sih kita masih lumayan," tambahnya.

Purbaya mengajak masyarakat menilai secara adil dengan membandingkan kondisi negara-negara lain di dunia. Dari situ dianggap kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik. Ia mengaku dimaki-maki di media sosial.

ADVERTISEMENT

"Di TikTok saya dimaki-maki orang 'Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja lu, tuh rupiah liatin'. Kalau kita menilai harus dengan fair apa yang terjadi, dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa, kita masih oke. Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita baik," tutur Purbaya.

Dengan fundamental ekonomi Indonesia yang terus membaik, Purbaya optimis kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pelan-pelan akan naik lagi ke level tertinggi.

"Kalau ekonomi fundamentalnya baik terus, otomatis pelan-pelan saham akan naik lagi ke level yang lebih baik dari sekarang," pungkasnya.

Tonton juga video "Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.000 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah!"

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads