Rencana Defisit di Atas 3% Mencuat, Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo

Rencana Defisit di Atas 3% Mencuat, Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 07:55 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan kinerja APBN dalam konferensi pers APBNKita di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab rumor tentang pemerintah sedang merencanakan kenaikan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke atas 3%. Rencana itu disebut masih sedang dipikirkan.

"Saya belum tahu, saya belum tahu, masih dipikirin kali," kata Purbaya kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.

Purbaya memastikan pihaknya selalu menghitung dampak kenaikan harga minyak dunia kepada APBN. Jika memang pelebaran defisit di atas 3% dilakukan, akan dihitung juga dampaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita selalu hitung dampak kenaikan harga minyak dunia ke APBN kita sehingga nanti kalau perlu satu keputusan, kita hitung dalam dampaknya, itu saja," ucapnya.

Salah satu yang jadi pertimbangan pemerintah tidak buru-buru menaikkan batas defisit APBN di atas 3% yakni Indonesia bisa dinilai negatif oleh lembaga pemeringkat internasional. Meski kata Purbaya, sudah banyak negara lain yang defisitnya di atas 3%.

ADVERTISEMENT

"Pertimbangannya apakah kalau menembus (3%), lembaga rating akan mengganggu kita atau memberi penilaian negatif. Sebenarnya kalau secara fair, kan sekeliling kita sudah sedikit yang di bawah 3%, hampir nggak ada malah," tutur Purbaya.

"Jadi kalau dari angka itu saja harusnya nggak ada masalah. Cuma mereka melihat hal lain dari kita yang sedang kita pelajari. Tetapi yang jelas sampai saat sekarang ya kita akan menjalankan kebijakan fiskal secara prudent," tambanya.

Purbaya mengaku jika memang ada perintah untuk menaikkan defisit di atas 3% dari Presiden Prabowo Subianto, tidak menutup kemungkinan sebagai anak buah akan menjalankannya.

"(Kalau Prabowo oke, parlemen oke), saya nggak tahu. Kalau perintah kan kita jalankan. Saya kan cuma tangan presiden," imbuh Purbaya.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads