Dirut PELNI Kenang Mudik Lebaran Masa Kecil: Dulu Jakarta-Solo 12 Jam

Inspirasi Bulan Suci

Dirut PELNI Kenang Mudik Lebaran Masa Kecil: Dulu Jakarta-Solo 12 Jam

Hana Nushratu Uzma - detikFinance
Sabtu, 14 Mar 2026 09:32 WIB
Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Tri Andayani.
Foto: detikcom
Jakarta -

Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Persero Tri Andayani mengenang momen Lebaran masa kecilnya yang penuh kehangatan bersama keluarga besar. Salah satu kenangan yang paling membekas baginya adalah perjalanan mudik dari Jakarta menuju kampung halaman di Solo, yang memakan waktu hingga 12 jam.

Anda menceritakan pada masa itu, perjalanan mudik belum semudah sekarang karena belum adanya jalan tol. Perjalanan panjang, kemacetan, hingga kereta api yang penuh penumpang justru menjadi bagian dari kenangan yang menyenangkan.

"Dulu perjalanan Jakarta-Solo bisa sampai 12 jam. Naik kereta juga penuh sesak, tapi tetap terasa nikmat karena tujuannya bertemu keluarga di kampung halaman," ujar Anda, dikutip dari 20detik, Jumat (13/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Anda, momen berkumpul bersama keluarga besar di rumah sang nenek menjadi hal yang paling ditunggu setiap Lebaran. Ia dan sepupu-sepupunya sering menghabiskan waktu bersama hingga larut malam.

ADVERTISEMENT

Anda mengenang bagaimana mereka memindahkan kasur dari kamar masing-masing ke ruang keluarga agar bisa tidur bersama sambil bercengkerama.

"Terus ya bertemu sepupu-sepupu ya, walaupun kita tuh udah ada kamar nih, tetap aja narik-narik kasur dari masing-masing kamar itu sama sepupu-sepupu saya gitu ya," kata Anda.

"Terus di depan ya kita taruh kasur-kasur itu di depan ruang TV gitu kan ya, sehingga terus malamnya kita tidur rame-rame gitu. Cerita-cerita nggak tidur-tidur. Jam 1, jam 2 malam baru tidur gitu," sambungnya.

Selain kebersamaan dengan keluarga, Anda juga mengingat tradisi Lebaran yang selalu ditunggu saat kecil, yakni sungkeman kepada orang tua dan kerabat. Tradisi tersebut biasanya dilanjutkan dengan pemberian uang Tunjangan Hari Raya (THR) kepada anak-anak.

"Waktu kecil kami antre untuk sungkeman ke eyang, orang tua, pakde, bude, om, dan tante. Karena saya cucu paling kecil, antreannya paling lama, tapi biasanya dapat THR lebih besar," ujar Anda.

Namun kini, setelah menjabat sebagai Direktur Utama PELNI selama empat tahun terakhir, Anda mengaku jarang bisa menikmati suasana Lebaran bersama keluarga. Hal tersebut karena ia harus memastikan operasional transportasi laut tetap berjalan lancar selama musim mudik Lebaran.

Sebagai perusahaan pelayaran milik negara, PELNI memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama pada periode Lebaran ketika jutaan orang melakukan perjalanan mudik.

"Tapi ketika berada di tanggung jawab saya ketika menjadi Dirut PELNI, tidak ada waktu untuk berlebaran bersama keluarga ya. Jadi H-1 pun saya masih ada di pelabuhan," kata Anda.

"Kemudian waktu itu hari pertama, 2-3 tahun yang lalu lah ya, saya diminta untuk mendampingi Pak Menhub ya di penyeberangan Merak-Bakauheni," sambungnya.

Inspirasi Bulan Suci hadir menyambut bulan suci Ramadan, detikcom bersama tokoh-tokoh negeri berbagi ilmu di bulan berkah. Menghadirkan gagasan solutif, pemikiran strategis, serta nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi pembangunan bangsa.




(akd/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads