Jumlah Pemudik Naik Angkutan Umum Meningkat hingga 10%

Jumlah Pemudik Naik Angkutan Umum Meningkat hingga 10%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 18 Mar 2026 18:30 WIB
Ribuan peserta mudik gratis Presisi 2026 diberangkatkan Kapolri dari Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026) pagi. Program ini disambut hangat masyarakat.
Foto: Muhammad Farrel / detikfoto
Jakarta -

Pemudik yang menggunakan angkutan umum mengalami kenaikan tahun ini. Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026/1447 H mencatat secara akumulatif sejak 13 Maret-17 Maret 2026 total penumpang angkutan lebaran yang berangkat menggunakan angkutan umum tercatat sebanyak 6.251.806 orang.

Jumlah itu telah mengalami kenaikan sebesar 10,98% dibandingkan Angkutan Lebaran 2025 yang hanya berjumlah 5.633.141 orang. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi menyampaikan peningkatan pergerakan penumpang dari H-8 hingga H-4 menunjukkan masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik secara serentak, mengingat bahwa 18 Maret 2026 sudah memasuki waktu Cuti Bersama Nyepi.

"Tren kenaikan ini menunjukkan masyarakat telah melakukan mudik lebih awal memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) maupun cuti bersama," kata Titis dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moda perkeretaapian merupakan moda yang memiliki kenaikan tertinggi yaitu naik 15,67% sebesar total 1.863.782 orang dibandingkan 1.611.291 orang pada tahun lalu.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, angkutan udara naik 8,14% sebanyak 1.424.872 dibandingkan 1.317.557 penumpang pada tahun lalu; angkutan laut naik 10,50% sebanyak 527.535 orang dibandingkan 477.418 orang pada tahun lalu; angkutan penyeberangan naik 11,27% atau sebesar 1.511.072 orang dibandingkan 1.358.016 orang pada tahun lalu; dan angkutan darat naik 6,41% sebanyak 924.545 orang dibandingkan 868.839 orang pada tahun lalu.

Kementerian Perhubungan juga memberikan perhatian khusus pada beberapa titik kepadatan seperti di Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara I Gusti Ngurah Rai karena akan ditutup pada saat perayaan Nyepi.

Selain kepadatan lalu lintas, Kementerian Perhubungan juga terus memantau faktor cuaca dan geologi yang berpotensi memengaruhi operasional transportasi. Pada H-4 terpantau adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Ibu Halmahera dan Gunung Semeru yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan, meskipun secara umum operasional transportasi tetap berjalan.

"Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi terkini dari operator dan petugas di lapangan, serta mematuhi seluruh arahan demi kelancaran dan kenyamanan bersama perjalanan mudik Lebaran 2026," pungkas Titis.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads