Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan stok pangan tetap aman di tengah pecahnya perang di Timur Tengah. Apalagi sejak awal pemerintah sudah mendorong program swasembada pangan sebagai prioritas.
Kepastian ini disampaikan Zulhas usai blusukan langsung ke Pasar Minggu di Jakarta Selatan. Menurutnya meski baru 70% pedagang yang buka usai momen Lebaran, stok pangan seperti beras, ayam, telur, hingga sayur-sayuran tersedia dengan baik.
"Kalau pangan walaupun ada masalah di Timur Tengah, ada masalah di sana-sini kita bersyukur, bahwa kebijakan Bapak Presiden dari jauh hari tepat bahwa kita harus swasembada pangan, harus mandiri di bidang pangan. Jadi antisipasi walaupun belum ada perang waktu itu tapi sudah diantisipasi akan terjadi. Nah ini kita beruntung di situ," ujar Zulhas di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kondisi tersebut, ia mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia dalam jumlah cukup dan terkendali, sehingga masyarakat diminta membeli secukupnya tanpa perlu aksi borong.
"Jadi tidak usah khwatir apalagi berebut membeli, stoknya berlebihan. Nggak perlu (khawatir). Cukup secukupnya karena stoknya aman terkendali. Tidak ada kekhawatiran sama sekali, tidak ada masalah apa pun soal pangan," katanya lagi.
Selain itu Indonesia tidak memiliki ketergantungan pangan terhadap negara-negara di Timur Tengah. Kebutuhan pokok seperti beras, jagung, ayam, telur hingga sayur-sayuran dipenuhi dari produksi dalam negeri, sementara komoditas yang masih impor, seperti gandum, berasal dari kawasan Eropa dan Amerika.
"Dan tidak ada pangan yang tergantung kepada Timur Tengah, nggak ada. Yang kita nggak bisa seperti gandum itu dari Eropa, Amerika. Jadi tidak ada pangan yang tergantung dari Timur Tengah. Berarti pangan aman tidak ada masalah apa pun. Oleh karena itu tidak usah khawatir. Stoknya, pengadaannya insyaAllah tidak ada masalah apa pun," tegas Zulhas.
Zulhas juga menegaskan stok beras nasional dalam kondisi aman. Produksi beras tahun lalu tercatat surplus sekitar 4 juta ton, dan jumlah serupa diperkirakan kembali terjadi tahun ini sehingga ketersediaan beras hingga tahun depan dipastikan mencukupi.
"Beras kita aman, beras kita tahun lalu suprlus 4 juta ton, saya kira tahun ini akan ada 4 juta. Jadi insyaAllah kalau beras tahun ini sampai tahun depan aman stoknya," tutup Zulhas.
(ily/hns)









































