Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan komitmen investasi Jepang ke Indonesia pada rangkaian kunjungan kerja di Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar US$ 23,3 miliar atau setara Rp 395,9 triliun (kurs Rp 16.994). Mayoritas investasi tersebut mengalir ke sektor energi.
Rosan mengatakan investasi yang masuk ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan internasional, seperti Pemerintah maupun pengusaha Jepang tetap besar.
"Ini (investasi dari Jepang) kurang lebih in US dolar terms is about 23,3 billion US Dollar," ujar Rosan di Jepang, dikutip Selasa (31/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rosan membeberkan porsi investasi terbesar dari proyek bersama dengan Pertamina dengan nilai US$ 20,9 miliar. Lalu, penandatangan kerja sama antara Danantara dan SMBC Aviation Leasing dengan nilai investasi US$ 800 juta.
Kemudian, Pegadaian juga mendapatkan pendanaan dari SMBC Bank kurang lebih US$ 300 juta. Terkait plasma darah, terdapat investasi mencapai US$ 1 miliar. Menurut Rosan, investasi ini menjadi yang kedua setelah investasi dari SK Plasma, Korea Selatan.
"Kemudian ada juga kerjasama perusahaan kecantikan estetika itu dari perusahaan namanya Two-Way dengan perusahaan Indonesia untuk investasi Indonesia nilainya juga 500 juta dolar," jelas Rosan.
"Sebenarnya masih ada beberapa lagi investasi yang masuk di antaranya adalah geothermal antara PT Supramu juga dengan dengan satu perusahaan dengan Sumitomo kalau nggak salah itu juga tadi disepakati juga untuk investasinya untuk expansionnya," tambah Rosan.
Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan komitmen investasi itu merupakan bagian dari keseluruhan perjanjian kerja sama Indonesia dan Jepang yang disepakati. Hal ini disampaikan Teddy usai Prabowo bertemu dengan Kaisar Jepang Naruhito.
"Jadi investasi tadi investasi tadi itu adalah bagian dari seluruh perjanjian Indonesia Jepang," ujar Teddy.
Prabowo dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, pada Selasa (31/3/2026). Tak hanya itu, Kepala Negara juga akan bertemu dengan sejumlah pengusaha Jepang.
"Kemudian yang kedua besok sorenya akan dipertemukan dengan 12 sekitar 12 pengusaha besar terbesar Jepang oleh Pak Menteri Investasi dan Menteri ESDM dengan Bapak Presiden seperti yang dilakukan kemarin di Amerika," tambah Teddy.
Simak juga Video 'Belajar dari Gegernya Dugaan Penipuan Trading Timothy Ronald, Kita Bisa Apa?':
(acd/acd)









































