Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengundang pihak swasta untuk ikut serta dalam pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kawasan tersebut dibangun di atas lahan 2.150 hektar.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan keberhasilan proyek tersebut bergantung pada sinergitas ketiga pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga investor. Pemerintah pusat, dalam hal ini KKP, bertanggung jawab untuk membangun kawasan budidaya secara fisik, mulai dari sistem intake hingga outtake, serta menyiapkan tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM).
Sementara, Pemda memastikan lahan yang digunakan tidak bermasalah dan juga penyiapan SDM lokal. Lalu, untuk sektor swasta berpeluang memenuhi kebutuhan dari sisi hulu hingga hilir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengajak sektor swasta atau private company untuk bisa mengisi di sektor hulu maupun di sektor hilirnya," ujar Haeru dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026).
Di sisi hulu, pihak swasta berpeluang memenuhi kebutuhan bibit udang, penyediaan pakan. Sementara dari sisi hilir, pabrik es, investor dapat masuk ke bidang pengolahan, pabrik es, serta cold storage.
Demi menarik minat investor, Haeru memastikan berbagai kemudahan dan fasilitas lewat koordinasi lintas kementerian/lembaga. Haeru memastikan pemerintah akan mendampingi jika ditemui kendala.
"Kemudian kami juga berkoordinasi dengan kementerian teknis yang lain untuk bisa memberikan kemudahan-kemudahannya. Contoh ya, pada saat pihak swasta nanti datang ada off takernya, bagaimana untuk lalu lintasnya hasil udang dan seterusnya, kami berkoordinasi dengan kementerian perhubungan. Bagaimana pelabuhannya bisa kita siapkan untuk bisa memberikan dukungan," jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menggandeng BUMN untuk menjamin ketersediaan energi di lokasi tambak. "Kami bekerja sama dengan PLN untuk kesiapan dukungan energinya. Jadi ini yang kami tawarkan kepada teman-teman investor," tambahnya.
Simak juga Video 'Pengawasan Kampung Nelayan dengan Teknologi Canggih':
(acd/acd)









































