Malaysia WFH Mulai 15 April, Tambah Subsidi BBM Rp 16,8 Triliun/Bulan

Malaysia WFH Mulai 15 April, Tambah Subsidi BBM Rp 16,8 Triliun/Bulan

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 02 Apr 2026 10:50 WIB
Ilustrasi Bendera Malaysia (AFP Photo)
Foto: AFP PHOTO
Jakarta -

Malaysia resmi menetapkan skema kerja dari rumah (work from home/WFH) untuk pegawai di lingkungan kementerian/lembaga pemerintah, badan hukum, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) negara tersebut. Skema kerja ini berlaku mulai 15 April sebagai langkah memitigasi krisis energi global imbas konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari The Star, detail ketentuan skema kerja WFH akan diumumkan kemudian. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan langkah ini bagian dari strategi menjaga keamanan energi dan melindungi masyarakat kenaikan harga.

Anwar mengatakan, pemerintah akan bertindak secara proaktif melalui Inisiatif Sokongan Rakyat sebelum meningkatnya dampak konflik Timur Tengah terhadap rumah tangga dan bisnis. Karena menurutnya, situasi global diperkirakan akan memburuk dan membutuhkan waktu yang panjang untuk pemulihannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain WFH, pemerintah Malaysia juga diketahui telah menetapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk kuota bulanan 200 liter di bawah skema Budi Madani 95 dan penegakan penuh mekanisme subsidi diesel di Sabah, Sarawak, dan Labuan.

ADVERTISEMENT

Anwar mengatakan, langkah ini dilakukan juga untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak global dan memastikan subsidi BBM tetap tepat sasaran. Pemerintah juga telah menggelontorkan sekitar RM 4 miliar atau sekitar Rp 16,89 triliun (asumsi kurs Rp 4.224) per bulan untuk menyerap lonjakan harga minyak.

"Ini bukan masalah kecil. Pemerintah menyediakan tambahan RM 4 miliar untuk membantu masyarakat, tetapi tentu saja kapasitas kita terbatas dan kita juga harus melihat pengalaman negara lain," kata Anwar dikutip dari The Star, Kamis (2/4/2026).

Anwar menambahkan, pemerintah secara aktif melakukan diversifikasi sumber energi Malaysia untuk memastikan pasokan bahan bakar dan listrik aman di tengah gangguan pada rantai pasokan global. Ia mengatakan, perusahaan minyak nasional seperti Petronas telah menjamin pasokan minyak dan gas yang memadai hingga Mei.

Anwar menekankan, situasi krisis saat ini adalah kondisi yang mendesak semua sektor untuk bekerja sama dengan pemerintah untuk menghemat energi dan menghindari pemborosan. Pemerintah juga telah memutuskan Hari Raya Aidilfitri tahun ini akan dirayakan dengan cara yang lebih sederhana.

"Ini bukan masa-masa biasa. Kita harus menyesuaikan gaya hidup dan kebijakan kita untuk melindungi masyarakat dan memastikan keberlanjutan pasokan energi kita," pungkasnya.

Simak juga Video 'Emang Cukup ya Berhemat dengan WFH?':

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads