Bos Danantara Ungkap Rugi Sugar Co Tembus Rp 680 M Gegara Banjir Impor Gula

Bos Danantara Ungkap Rugi Sugar Co Tembus Rp 680 M Gegara Banjir Impor Gula

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 12:46 WIB
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria/Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta -

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan industri gula nasional tengah menghadapi tekanan berat. Dony bahkan menyebut perusahaan gula pelat merah di bawah Sugar Co mencatat kerugian hingga Rp 680 miliar.

Kerugian tersebut dipicu oleh harga gula yang tidak kompetitif serta derasnya arus impor gula, khususnya gula rafinasi. Hal ini dilaporkan Dony dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI.

"Tahun ini, Sugar Co membukukan rugi Rp 680 miliar akibat daripada harga yang memang tidak cukup baik, akibat daripada impor gula yang tidak terkontrol. Karena itu, saya sebetulnya berharap, sejalan dengan amat yang diharapkan oleh Bapak Presiden Prabowo, bahwa sekali ini kita betul-betul serius menata ulang industri gula kita," ujar Dony dalam rapat tersebut di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, pemerintah dan pelaku industri sebenarnya sudah melakukan berbagai intervensi. Tahun lalu, misalnya, dilakukan penyerapan gula masyarakat dengan anggaran Rp 1,5 triliun. Namun langkah tersebut dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan industri.

ADVERTISEMENT

"Dan saya dengan Pak Mentan sudah berkali-kali, sebetulnya tahun lalu kita juga melakukan, sebagai pemerintah, melakukan bantuan, kita melakukan subsidi ke dalam pasar untuk mengambil seluruh gula daripada masyarakat sebesar Rp 1,5 triliun. Tetapi itu juga tidak memberikan dampak yang signifikan," bebernya.

Dalam kesempatan itu, Dony juga menyampaikan rencana Danantara melakukan merger antara ID Food dan Sugar Co atau PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Nantinya, Sugar Co difokuskan sebagai perusahaan manufaktur berbasis pertanian, sementara ID Food berperan sebagai perusahaan perdagangan.

"Kita ingin melakukan proses konsolidasi dengan melakukan merger, penggabungan dari ID Food ke SGN. Tujuannya adalah SGN akan fokus menjadi manufacturer company, jadi akan menjadi agriculture manufacture company untuk gula dan juga tanaman yang lainnya. Tetapi ID Food akan fokus bisnisnya menjadi trading company. Jadi memang ini sengaja kita lakukan sehingga mereka fokus kepada core business-nya masing-masing," jelas Dony.

Dony menyebut konsolidasi itu ditargetkan rampung semester II tahun ini. Ia berharap langkah ini dapat memperbaiki kinerja industri gula nasional.

"Konsolidasi Sugar Co dengan ID Food tahun ini akan selesai. Insya Allah mudah-mudahan, dan semester kedua akan selesai kita lakukan konsolidasi. Dengan demikian kita memiliki satu holding pabrik gula yang menguasai 60% dari total market share yang ada di Indonesia," tutup Dony.

Simak Video 'Alasan Danantara Rajin Borong Saham saat IHSG Anjlok':

(ara/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads