Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yasserli menyampaikan bahwa kementerian yang dipimpinnya turut terdampak efisiensi angaran jilid 3. Menurut Yassierli total efisiensi di Kemnaker mencapai Rp 181,82 miliar.
Secara rinci, efisiensi tersebut terdiri dari anggaran dalam Rincian Output (RO) khusus sebesar Rp 122,16 miliar dan hasil identifikasi efisiensi anggaran oleh Kementerian Keuangan sebesar Rp 59,66 miliar.
"Kami juga ingin sampaikan bahwa kita baru menerima surat dari Kementerian Keuangan, tanggal 1 April, bahwa ada efisiensi anggaran yang bersumber dari rupiah murni, pergeseran dari BA BUN Kemenkeu sebesar Rp 181 milia. Anggaran dalam RO khusus Rp 122 miliar, dan hasil efisiensi oleh Kemenkeu sebesar Rp 59 miliar," kata Yassierli dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yassierli menyebut pihaknya masih menelaah lebih detail item-item yang bisa diefisiensikan. Ditemui usai rapat, Yassierli mengatakan bahwa efisiensi akan mengikuti arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, misalnya soal pemangkasan perjalanan dinas, rapat-rapat, dan lain sebagainya. Yassierli menyebut efisiensi membuat Kemnaker harus inovatif dalam menjalankan program.
"Sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menko terkait dengan perjalanan dinas, kemudian terkait dengan administratif detailnya, rapat-rapat dan seterusnya," imbuhnya.
Untuk rapat misalnya, Kemnaker bakal beradaptasi dan akan mengoptimalkan platform daring dalam pelaksanaannya. "Kalau itu terkait dengan rapat dan seterusnya tentu semangat kita adaptasi sekarang lah dengan kita bisa melakukan online kita akan optimalkan itu," tutur Yassierli.
Yassierli menyebut Kemnaker menggandeng kementerian dan lembaga (K/L) lain agar lebih hemat dalam pembiayaan program. Dalam hal ini, Kemnaker dan beberapa K/L melakukan pembiayaan bersama dalam menjalankan program.
"Jadi, kita sudah ada beberapa pilot project pelatihan bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Koperasi, pilot project kerja sama pelatihan dengan BGN. Jadi, skema-skema seperti ini kita memiliki balai, kita memiliki instruktur, kita memiliki skema sertifikasi. Kemudian Kementerian Teknis tersebut ada program, kemudian juga ada sharing pembiayaan di situ Jadi itulah strategi kita," tutup Yassierli.
Simak juga Video 'Purbaya Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Melambat Imbas Perang':
(ily/ara)










































