Komisi V DPR menyoroti dugaan pungutan liar (pungli) yang terjadi pada maskapai AirAsia. Praktik ini diduga terjadi saat penumpang berpindah dari kursi yang telah dipesan, bahkan dilakukan saat pesawat sudah lepas landas.
Selain itu, terdapat biaya tambahan sebesar Rp 150.000 untuk pemesanan ulang tempat duduk. Pungutan ini pun dipertanyakan karena maskapai lain umumnya tidak memungut biaya hanya untuk perpindahan kursi.
"Kalau kita naik AirAsia itu, pesawat itu kosong, kita pindah lah. Taruh lah kita sekarang posisi kita, seat kita di seat 7, kita mau pindah ke 5, ditarik bayaran. Atau kalau kita mau beli baru, kita mau pilih tempat duduk, juga bayaran juga Rp 150.000. Kenapa seperti ini? Sementara maskapai lain kan tidak seperti itu. Ya kalau kosong, kalau dia tidak ini, kenapa tidak. Nggak apa lah pindah," ungkap Anggota Komisi V DPR, Mukhlis Basri, dalam rapat bersama Menteri Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mukhlis pun mempertanyakan regulasi setiap maskapai terkait perpindahan kursi. Pasalnya, pungutan ini ditarik di tengah-tengah penerbangan. Mukhlis juga mengaku memiliki bukti berupa video saat oknum pegawai tersebut memungut biaya tambahan.
"Kalau memang sudah keputusan atau peraturan, ya silakan saja. Tapi kalau nggak ada aturannya, kenapa harus seperti itu? Kok harus ditarik di dalam, tengah-tengah penerbangan," kata Lasarus.
Ketua Komisi V DPR Lasarus pun mengonfirmasi kepada jajaran Direksi AirAsia yang hadir dalam rapat. Berdasarkan konfirmasinya, AirAsia mengaku tidak mengatur biaya tambahan kepada penumpang yang hendak berubah kursi saat penerbangan berlangsung.
"Nanti AirAsia yang melakukan investigasi terkait soal ini. Berarti kan ini kelakuan oknum, oknum ya? Oke kami pegang itu, oknum. Pak Menteri Perhubungan, yang begini-begini harus diatur, Pak. Semua jenis pungutan, terkait dengan pelayanan publik, itu harus diatur. Jadi negara harus mengatur," tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan akan melihat kebijakan masing-masing maskapai penerbangan.
Dudy juga berjanji akan melakukan investigasi meski pihak maskapai membantah dugaan tersebut.
"Saya akan lihat kebijakan dari masing-masing airlines terkait dengan pengaturan seat mereka. Jadi apakah, mungkin ada kebijakan yang tidak sesuai dengan aturan kita. Jadi saya akan konfirmasi. Seperti tadi yang disampaikan AirAsia kan dinyatakan tidak ada, jadi kami akan lakukan investigasi terlebih dahulu," tegas Dudy.
(ahi/hns)










































