FAO Ingatkan Gangguan Selat Hormuz Bisa Bikin Bencana Pangan Global

FAO Ingatkan Gangguan Selat Hormuz Bisa Bikin Bencana Pangan Global

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 14 Apr 2026 13:07 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperingatkan soal ancaman krisis pangan global. Jokowi menyebut 19.700 orang meninggal per hari.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) memperingatkan bahwa gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz bisa memicu bencana pangan global. Hal itu seiring terganggunya pengiriman energi dan pupuk yang krusial bagi produksi pertanian.

Ekonom Kepala FAO, Maximo Torero mengatakan terlambatnya pasokan kebutuhan pertanian akibat gangguan Selat Hormuz dapat menekan hasil panen dan menaikkan harga pangan pada akhir tahun ini hingga 2027.

"Kapal-kapal yang membawa pupuk dan energi perlu melanjutkan perjalanan sesegera mungkin. Waktu terus berjalan," kata Torero dikutip dari Anadolu Agency (AA), Selasa (14/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Torero mengingatkan dampak krisis ini paling besar akan dirasakan negara-negara miskin yang rentan terhadap lonjakan harga dan kelangkaan pasokan. Kalender tanam di banyak negara membuat sektor pertanian sangat sensitif terhadap gangguan pasokan pupuk dan energi.

FAO menilai kondisi itu dapat mendorong lonjakan inflasi pangan pada tahun depan, yang pada akhirnya memaksa pemerintah melakukan intervensi harga di dalam negeri. Langkah tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap suku bunga dan pertumbuhan ekonomi global.

ADVERTISEMENT

"Indeks harga pangan untuk Maret relatif stabil karena pasokan sebagian besar komoditas terutama sereal (masih) melimpah. Tekanan akan meningkat pada April dan diperkirakan semakin intensif pada Mei karena petani berpikir ulang untuk menanam akibat ketersediaan pupuk dan harga energi yang lebih tinggi," jelasnya.

Kepala Divisi Ekonomi Agrifood FAO, David Laborde mengatakan dunia saat ini sudah berada dalam krisis input pertanian. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi bencana global.

"Kita sudah berada dalam krisis pasokan input'," ujarnya.

FAO mencatat sekitar 20-45% ekspor pangan atau pertanian utama bergantung pada jalur laut melalui Selat Hormuz. Gangguan yang berkepanjangan pada jalur itu disebut bisa melampaui krisis pada 2022, terutama jika diperparah oleh fenomena El Nino yang kuat.

Tonton juga video "Kapal Tanker China Berhasil Lewati Selat Hormuz yang Diblokade AS"

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads