Cak Imin Sebut MBG Tarik Investasi hingga Rp 40 Triliun

Cak Imin Sebut MBG Tarik Investasi hingga Rp 40 Triliun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 17 Apr 2026 11:06 WIB
Siswa membawa Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk dibagikan di SDN Haurpancuh, Bandung, Jawa Barat, Selasa (31/3/2026). Data dari Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, hingga awal Maret 2026 program MBG telah menjangkau sekitar 61,2 juta penerima manfaa
Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim telah menciptakan ekosistem pemberdayaan ekonomi di Indonesia. Pelaku usaha lokal disebut mulai tumbuh dan ikut melakukan investasi hingga Rp 40 triliun pada program pemberian makan siang gratis tersebut.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan saat ini tercatat investasi swasta pada program MBG mencapai Rp 40 triliun yang dilakukan oleh korporasi swasta hingga masyarakat umum.

"Tidak kurang investasi swasta atau publik atau masyarakat, investasi dalam program ini tidak kurang dari Rp 40 triliun. Besar sekali," papar Cak Imin dalam keterangan pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Jumat (17/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cak Imin, dampak nyata pertumbuhan ekonomi karena program MBG sudah mulai terlihat. Dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, pelaku UMKM sekitar dilibatkan. Selain itu, banyak warga lokal yang terserap sebagai tenaga kerja di SPPG.

ADVERTISEMENT

"Kini kita menyaksikan program MPG berjalan mulai efektif. Melibatkan banyak UMKM, tenaga kerja terus-menerus bertambah di dalam pelaksanaan SPPG, sehingga kita melihat dampak nyata pertumbuhan ekonomi dan akan terus kita dorong dari program ini," kata Cak Imin.

Pemerintah terus mendorong keterlibatan pelaku UMKM serta BUMDes untuk jadi pemasok untuk SPPG agar siklus ekonomi lokal terus berjalan. Dia menilai SPPG kini jadi kekuatan baru dalam proses ekonomi di daerah.

Perputaran Rp 600 M/Hari

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menuturkan MBG juga memberikan keuntungan besar bagi para petani, peternak, dan pembudidaya ikan. Perputaran uang dari program MBG ke para petani hingga peternak mencapai Rp 600 miliar per hari.

"Setiap ada aktivitas kegiatan MBG, sehari (perputaran uang) Rp 1 triliun, itu Rp 600 miliar di antaranya untuk pangan. Pangannya artinya apa? Ada perputaran uang di petani, di peternak, di pembudidaya ikan, dan lainnya Rp 600 miliar (per hari)," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi.

Program MBG menggerakkan ekonomi di pedesaan. Sebab, permintaan komoditas pertanian jadi meningkat. Suwandi memaparkan, total kebutuhan beras untuk program MBG mencapai 360 ribu ton pada 2025, nilainya mencapai Rp 5,16 triliun.

Seiring dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kebutuhan beras untuk program MBG tahun ini juga ikut naik menjadi 1,99 juta ton dengan nilai sekitar Rp 30,6 triliun.

Belum lagi produk-produk pertanian lainnya. Misalnya telur ayam, kebutuhan untuk program MBG pada 2026 mencapai 1,37 juta ton dengan nilai Rp 4,45 triliun.

Lalu daging ayam yang kebutuhannya untuk MBG tahun 2026 sebesar 990 ribu ton senilai Rp 41 triliun. Permintaan sayuran untuk MBG pada 2026 sebesar 2,48 juta ton dengan nilai Rp 9,92 triliun. Adapun kebutuhan buah-buahan untuk MBG pada 2026 mencapai 2,5 juta ton dengan nilai Rp 22,5 triliun.

Efek pengganda program MBG sangat besar untuk para petani serta peternak. Kesejahteraan petani pun meningkat. Terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 125,45 pada Februari 2026. Tertinggi sepanjang sejarah.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads