Harga Minyak Goreng Naik Tinggi, Ada yang Tembus Rp 60 Ribu/Liter

Harga Minyak Goreng Naik Tinggi, Ada yang Tembus Rp 60 Ribu/Liter

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 16:46 WIB
Cooking oil. Bulk cooking oil vs Packaged cooking oil. Minyak goreng curah vs kemasan.
Foto: Getty Images/wisely
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga minyak goreng di sejumlah daerah mengalami kenaikan pada pekan ketiga April 2026. Sebanyak 57,50% wilayah di Indonesia atau 207 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga minyak goreng.

"Minyak goreng mengalami peningkatan 1,21% (dibanding Maret 2026)," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (20/4/2026).

BPS mencatat harga tertinggi minyak goreng menyentuh Rp 60 ribu per liter di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sementara itu, harga terendah sebesar Rp 15.500 per liter yang masih berada di kisaran harga acuan nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara nasional, rata-rata harga minyak goreng dari seluruh kategori baik curah maupun premium merangkak naik dari sekitar Rp 19.358 per liter menjadi Rp 19.592 per liter. Untuk Minyakita, harganya tercatat di kisaran Rp 15.982 per liter, sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter.

"Minyak goreng ini peningkatannya terjadi pada 207 kabupaten/kota. Pada minggu kedua itu hanya 177 kabupaten/kota, sekarang menjadi 207 kabupaten/kota, jadi peningkatannya cukup banyak sekali," ucap Ateng.

ADVERTISEMENT

Terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui jika harga minyak goreng mengalami kenaikan di pasaran. Hal itu dikarenakan dampak kenaikan harga plastik yang menjadi kemasan.

"Ya ada sedikit juga naik karena kan imbas dari kemasannya plastik semua," kata Budi saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Meski demikian, Budi membantah jika stok minyak goreng langka di masyarakat. Ia memastikan bahwa stok minyak goreng melimpah di masyarakat meski ada kenaikan harga.

"Saya kemarin ke ritel modern, minyak goreng banyak. Jadi nggak ada namanya minyak goreng itu langka," tegas Budi.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads