Purbaya Ungkap Kebiasaan Buruk Birokrasi: Bilang Siap Tak Dikerjakan, Digeser Nangis

Purbaya Ungkap Kebiasaan Buruk Birokrasi: Bilang Siap Tak Dikerjakan, Digeser Nangis

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 22 Apr 2026 16:41 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebiasaan buruk di birokrasi. Salah satunya, pegawai mengatakan siap menjalankan arahan atau tugas, tetapi tidak dilakukan hingga berbulan-bulan.

Nah, ketika digeser dari jabatannya justru nangis-nangis. Kebiasaan untuk mengubah perilaku seperti itu diakui tidak semudah membalikkan telapak tangan.

"Banyak itu kalau di birokrasi, dikasih tahu A (diberi arahan), di depan bilang 'siap pak', (tetapi) tidak dikerjakan sampai tiga bulan. Dikasih tahu lagi, nggak dikerjakan lagi. Ketika digeser baru nangis-nangis," tutur Purbaya dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Ayana Midplaza, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mencontohkan saat memperbaiki kebocoran penerimaan negara dan menahan masuknya barang ilegal ke pasar domestik. Upaya pembenahan tersebut sudah mulai berjalan, tetapi kebocoran masih terus ditemukan di lapangan.

"Saya perbaiki tax collection, saya lindungi market kita dari barang-barang ilegal. (Ini) sudah mulai jalan, tapi masih bocor sana sini atau orang di lapangan masih bocor, tapi kita akan perbaiki terus," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

Purbaya menegaskan langkah bersih-bersih akan terus dilakukan di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia mengancam akan mencopot orang-orang yang tidak patuh pada bersih-bersih ini.

"Kita akan pastikan pesan itu sampai ke seluruh birokrasi, paling tidak di Kementerian Keuangan. Kalau saya suruh kerjain, kalau tidak siap-siap saja angkat koper. Kalau kerjanya bagus nanti kita kasih value atau penghargaan setinggi-tingginya, termasuk insentif," janji Purbaya.

Simak juga Video 'Saat Purbaya Berandai-andai Tiru Iran: Pajaki Kapal di Selat Malaka':

(aid/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads