Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani meninjau kesiapan salah satu opsi lokasi pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali.
Rosan mengatakan tinjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari lahan, infrastruktur, hingga kerangka regulasi.
"Kami meninjau kesiapan salah satu opsi lokasi pengembangan Indonesia Financial Center (IFC) di Bali. Kami pastikan kesiapan lahan, infrastruktur, hingga kerangka regulasi berjalan selaras," ujar Rosan dikutip dari Instagram @roslanroeslani, Minggu (3/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp 116 Triliun |
Rosan mengatakan IFC Bali dibangun sebagai ekosistem terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat bisnis (business hub), tetapi juga dilengkapi dengan kawasan berbasis pengetahuan (knowledge district). Pembangunan ini diharapkan dapat mendorong inovasi, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas sektor.
Ia juga mengatakan IFC nantinya akan menarik arus investasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia.
"Ini akan menjadi pusat keuangan internasional yang mampu menarik arus investasi global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi dunia," katanya.
(acd/acd)










































