Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah membeli sejumlah saham perusahaan aplikator ojek online (ojol). Ia memastikan kepemilikan saham Danantara di aplikator ini akan terus ditambah.
"Kita sudah masuk, terus akan kita tingkatkan secara bertahap," jawab Rosan singkat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh saham perusahaan aplikator ojol mana saja yang dimiliki Danantara maupun porsi sahamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membeli saham sebagian aplikator ojek online (ojol).
Menurutnya, melalui pembelian sebagian saham aplikator ojol ini, sistem hingga kebijakan aplikator tersebut akan disesuaikan secara perlahan dan pasti. Dengan begitu, pemerintah dapat menurunkan potongan komisi kepada pengendara ojol dari 10-20% menjadi 8%.
"Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20 atau 10% ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan," kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, dikutip dari Antara, Jumat (1/5/2026).
Lebih lanjut, Dasco mengatakan saat ini pembahasan mengenai status hubungan kerja antara pengemudi ojol dengan pihak aplikator juga masih disimulasikan. Namun, ia memastikan dalam penentuan kebijakan tersebut, organisasi-organisasi pengendara ojol akan dilibatkan.
"Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk," kata dia.
Ia menegaskan jika ada perusahaan-perusahaan yang mengalami kesulitan atas kebijakan pemangkasan potongan aplikasi ini, maka pemerintah dapat memberikan bantuan atau bahkan mengambil alih.
Simak juga Video: Alasan Danantara Rajin Borong Saham saat IHSG Anjlok











































