Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,61% (year on year/yoy).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan sektor investasi menyumbang sekitar 32% terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.
"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi 5,61% ini menunjukkan bahwa ekonomi kita berjalan sangat baik dan sangat positif. Dari sisi investasi, menyumbang 32% dari total pertumbuhan 5,61% atau sekitar 1,8%," kata Rosan di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ini lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya yang rata-rata berada pada kisaran 28-29%.
"Selama ini investasi itu menyumbangkan kurang lebih 28-29%. Alhamdulillah sekarang 32%, sehingga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama ini mencapai hasil yang sangat-sangat baik," terangnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 4,87%.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan secara nominal produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai Rp 6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB). Sementara berdasarkan harga konstan (ADHK) sebesar Rp 3.447,7 triliun.
"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto pada triwulan I 2026 atas dasar harga berlaku sebesar Rp 6.187,2 triliun dan atas dasar harga konstan sebesar Rp 3.447,7 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 bila dibandingkan triwulan I 2025 atau secara year on year tumbuh 5,61%," kata Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Tonton juga video "BPS: Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026"
(igo/fdl)










































