Purbaya Tepis Tudingan Dolar AS Rp 17.400 Gegara APBN Goyah

Purbaya Tepis Tudingan Dolar AS Rp 17.400 Gegara APBN Goyah

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 15:31 WIB
APBN Kita
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang menyebut pelemahan rupiah disebabkan karena fiskal yang goyah. Menurut Purbaya isu ini sudah tersebar luas di masyarakat.

Purbaya menjelaskan, pihak yang lebih berwenang mengurusi rupiah adalah Bank Indonesia (BI). Saat berita ini ditulis, dolar AS berada pada level Rp 17.423 atau menguat 0,17%.

"Orang juga banyak bilang Indonesia fiskalnya goyah maka rupiahnya melemah dan lain-lain. Kalau rupiah tanya BI ya, jangan tanya saya. Mereka yang berhak menjawab," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menegaskan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Maret 2026 masih dalam kondisi terkendali. Berdasarkan data, defisit tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

ADVERTISEMENT

Purbaya menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit APBN sepanjang tahun di bawah batas 3% sesuai desain fiskal. Ia juga mengingatkan agar angka defisit kuartal I tidak disederhanakan dengan cara mengalikannya empat kali untuk memproyeksikan setahun penuh.

"Surplus dan defist, mencapai Rp 240,1, itu defisti, itu 0,93% dari PDB. Tapi nanti jangan dikali 4, karena setiap tahun akan beda belanjanya dan siklus incomenya beda, siklus belanjanya beda, yang jelas sepanjang tahun akan kita kendalikan di bawah 3% sesuai dengan desain APBN," ujarnya.

"Jadi defisit Rp 240,1 itu 0,93%. Kalo dikali 4 berapa? Orang di pasar kan gitu ngalinya empat, itu 3,6% katanya. Itu itungannya ngaco, karena APBN turun naik, income juga naik, ada siklusnya," sambung Purbaya.

Dari sisi kinerja, hingga Maret 2026 APBN disebut cukup ekspansif. Pendapatan negara tumbuh sekitar 10% sebesar Rp 574,9 triliun secara tahunan, dengan penerimaan perpajakan meningkat 14% sebesar Rp 462 triliun, dan penerimaan pajak saja mencapai Rp 394,8 triliun atau tumbuh 20,7%.

Tonton juga video "Rupiah Babak Belur ke Level Rp 17.300 per Dolar AS"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads