Sebut Inflasi Terkendali, Purbaya: Kenaikan Harga Tak Gerus Daya Beli

Sebut Inflasi Terkendali, Purbaya: Kenaikan Harga Tak Gerus Daya Beli

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 16:19 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Juda Agung serta pimpinan Kemenkeu  memberikan  paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu Jakarta, Selasa  (5/5/2026).
Foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan daya beli masyarakat Indonesia secara agregat tidak tergerus, meski terjadi kenaikan harga-harga barang.

Purbaya mulanya menyentil narasi-narasi di media sosial, terutama TikTok, yang menyebut Indonesia terancam hiperinflasi. Ia menilai para penyebar narasi tersebut tidak memahami definisi dasar ekonomi.

"Ada yang bilang hiperinflasi loh baru-baru ini di Tiktok. Kita menuju hiperinflasi, padahal dia nggak tahu definisi hiperinflasi itu apa," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBNKita, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laju inflasi tahunan Indonesia menunjukan tren mereda pada April 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 2,42%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 3,48%. Menurut Purbaya, angka inflasi ini masih terkendali, meskipun terjadi kenaikan harga.

ADVERTISEMENT

"Jadi inflasi masih terkendali. Kalau naik, harganya ada yang, naik ada turun. Tapi secara agregat seperti ini, artinya kenaikan harga tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Dan ini adalah angka yang sempurna ya, target kita 2,5 plus minus 1," jelas Purbaya.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih jauh dari situasi hiperinflasi. Purbaya memastikan pemerintah terus menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.

"Ini kita pastikan terus sampai ke depan terkendali terus inflasinya. Jadi ekonomi kita nggak kepanasan, hiperinflasi masih jauh. Itu pengamat-pengamat itu mesti belajar lagi gitu, bukan semua ya, ada yang jelek-jelekin saya lihat, mereka bilang hiperinflasi," tambah Purbaya.

Tonton juga video "Gerindra soal Inflasi Pengamat: Ada Kritik Tak Membangun dan Toksik"

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads