Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ASEAN di Filipina

Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo Hadiri KTT ASEAN di Filipina

Gezita Inova - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2026 10:59 WIB
Menko Airlangga Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN ke-48
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN akan berlangsung di Cebu, Filipina pada 7-9 Mei 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto akan mendampingi Presiden Prabowo Subianto sekaligus memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-27.

"KTT ASEAN ke-48 ini akan fokus pada pembahasan dampak konflik global terhadap kawasan, terutama isu ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara," ungkap Airlangga, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Prabowo dijadwalkan mengikuti tiga pertemuan tingkat tinggi, yakni KTT Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) pada 7 Mei 2026. Kemudian, pada hari berikutnya, Presiden akan menghadiri KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung dalam dua sesi, yaitu sesi pleno dan sesi retreat.

Sebagai bagian dari rangkaian KTT ASEAN ke-48, ASEAN Economic Community (AEC) Council atau AECC Meeting digelar pada 7 Mei 2026 di Dusit Thani Cebu, Filipina. AECC Meeting merupakan pertemuan tahunan para Menteri Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

ADVERTISEMENT

Pada 2026, Filipina selaku Ketua ASEAN akan memimpin pertemuan dan delegasi Indonesia akan dipimpin langsung oleh Airlangga selaku AEC Council Minister Indonesia.

Beberapa agenda yang dibahas dalam AECC Meeting antara lain (i) Current Global Landscape and Challenges, (ii) Priority Economic Deliverables, (iii) AEC Blueprint 2025, (iv) ACV 2045 and AEC Strategic Plan 2026-20230, (v) AEC Works on Cross-Cutting Agenda, (vi) Timor Leste's Membership in ASEAN, (vii) ASEAN DEFA Negotiations - Critical Issue for Guidance and Updated Work Plan for a Full Conclusion of DEFA, (viii) ADB Concept Note, dan (ix) Preparation for the 48th ASEAN Summit.

Sebagaimana diketahui, ASEAN menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 4,9%, melampaui dari proyeksi awal. Sebagai ketua pada tahun 2026, Filipina mengusung tema 'Navigating Our Future Together' yang mencerminkan upaya bersama dalam memperkuat kawasan ASEAN yang berlandaskan persatuan, kejelasan arah kebijakan, serta tujuan bersama yang terukur.

"Kinerja ekonomi ASEAN ini mencerminkan fundamental kawasan Asia Tenggara yang cukup solid di tengah tekanan global," terang Airlangga.

Sebagaimana diketahui, terdapat 19 Priority Economic Deliverables (PED) yang ditargetkan akan diselesaikan ASEAN di tahun 2026 ini dengan mendukung lima fokus utama, yaitu (1) Penguatan perdagangan dan investasi; (2) Percepatan transformasi digital; (3) Integrasi pengembangan UMKM; (4) Pemanfaatan ekonomi kreatif dan inovasi, serta (5) Pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Seluruh PED tersebut ditargetkan selesai pada 2026, dipimpin oleh badan sektoral AEC serta memerlukan dukungan lintas sektor dan lintas pilar.

Terkait dengan perkembangan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), semua substansi secara umum sudah disepakati sehingga hanya menyisakan proses legal scrubbing untuk ditandatangani pada ASEAN Summit yang akan berlangsung pada November 2026.

"Implementasi DEFA akan dapat mendongkrak nilai ekonomi digital ASEAN menjadi USD2 triliun pada tahun 2030, naik dari perkiraan awal yang sebesar USD1 triliun," pungkas Airlangga.

DEFA merupakan salah satu warisan penting (legacy) dari Keketuaan Indonesia di ASEAN pada 2023 yang ditargetkan akan selesai pada 2026 ini.




(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads