Indosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi Mesinnya

Indosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi Mesinnya

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2026 14:43 WIB
Indosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi Mesinnya
Foto: Indosat Ooredoo Hutchison
Jakarta -

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) membuka 2026 dengan lonjakan pendapatan hingga dua digit. Pendapatan kuartal pertama 2026 menembus Rp 15,2 triliun, tembus tumbuh 12% secara tahunan, sementara laba bersih melompat 26% menjadi Rp 1,5 triliun.

"Indosat memulai 2026 dengan performa Q1 yang kuat. Kami mencatat pertumbuhan double digit di seluruh metrik utama, pendapatan naik 12%, EBITDA 13%, laba bersih 26%," kata President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha dalam keterangan tertulis, Kamis (7/5/2026).

Indosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi MesinnyaIndosat Catat Pendapatan Rp 15,2 T di Kuartal 1 2026, AI Jadi Mesinnya Foto: Indosat Ooredoo Hutchison

Dia mengatakan momentum ini juga mencerminkan dinamika yang lebih luas di industri telekomunikasi Indonesia yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan serta kembali ke jalur pertumbuhan setelah periode tekanan dalam beberapa tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling mencolok bukan hanya besaran pendapatannya, melainkan dari mana pertumbuhan itu berasal. Rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) naik 15% secara tahunan menjadi Rp 45.000. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan hasil dari pelanggan yang secara aktif mengonsumsi lebih banyak layanan bernilai tinggi," tuturnya.

Dia menjelaskan 'mesin' di balik pergeseran itu adalah AI hyper-personalization, sistem berbasis kecerdasan buatan yang menganalisis kebiasaan digital 94 juta pelanggan secara individual untuk menawarkan produk dan paket yang relevan secara real-time.

ADVERTISEMENT

Trafik data Indosat ikut melonjak 25,1% secara tahunan, menjadi 4.906 petabyte, mencerminkan semakin dalamnya ketergantungan pelanggan pada layanan digital perseroan.

"Pertumbuhan ARPU kami didorong oleh AI hyper-personalization, jaringan yang semakin baik, dan fokus pada pengalaman pelanggan," ujar Vikram Sinha.

Indosat kini tidak hanya menjual konektivitas. Melalui platform AI Neocloud berbasis infrastruktur NVIDIA, perseroan mulai memonetisasi kapasitas komputasi AI kepada korporasi. Dalam satu kuartal pertama 2026, segmen ini sudah menghasilkan US$ 16 juta dengan kontrak untuk tiga tahun ke depan.

Dia menjelaskan kemitraan dengan Google turut memperkuat portofolio layanan AI langsung ke konsumen. Indosat kini membundel akses Google Gemini ke dalam paket data seluler.

Pada lapisan infrastruktur, Indosat bersama Nokia dan NVIDIA menjadi yang pertama di Asia Tenggara menjalankan panggilan 5G Layer 3 berbasis AI-RAN, teknologi yang memungkinkan jaringan radio dan beban kerja AI berjalan di atas infrastruktur fisik yang sama secara bersamaan.

Pusat riset AI-RAN kini telah beroperasi di Surabaya dan menjadi satu-satunya di Asia. Menurutnya, efisiensi yang dihasilkan terasa langsung di neraca.

"Dengan AI, akurasi perencanaan kapasitas jaringan bisa mencapai 98%, dan itu memungkinkan kami menghemat sekitar US$ 10 juta dalam belanja modal hanya dari perencanaan kapasitas," kata Vikram Sinha.

Penghematan itu kemudian diputar kembali ke investasi pertumbuhan. Belanja modal Indosat memang melonjak 59,6% secara tahunan. Namun utang bersih justru turun 9,2% menjadi Rp 8,5 triliun dengan rasio net debt terhadap EBITDA di 0,31 kali.

"Perusahaan berinvestasi agresif sambil memperkuat posisi keuangannya, kombinasi yang langka di industri telekomunikasi mana pun," jelasnya.

Dia mengatakan meski demikian, perusahaan mengakui bahwa masih terdapat ruang untuk peningkatan efisiensi biaya di berbagai lini operasional.

Ke depan, Indosat menegaskan bahwa optimalisasi biaya akan tetap berjalan seiring dengan komitmen utama untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

Menurutnya, semangat ini sejalan dengan nilai #lebihbaikIndosat, di mana setiap optimalisasi biaya yang dihasilkan akan dialokasikan untuk memperkuat kualitas layanan dan membangun customer love secara berkelanjutan.

Vikram mengisyaratkan angka setahun penuh akan lebih besar dari yang semula diproyeksikan.

"Kami memiliki keyakinan kuat bahwa kami sedang menuju pertumbuhan double digit penuh untuk sepanjang 2026," tutupnya.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads