Purbaya Sebut RI Negara Tahan Krisis Global, Semprot Ekonom Bilang Bakal Resesi

Purbaya Sebut RI Negara Tahan Krisis Global, Semprot Ekonom Bilang Bakal Resesi

Andi Hidayat, Ilyas Fadilah - detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2026 11:06 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan Juda Agung serta pimpinan Kemenkeu  memberikan  paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Gedung Kemenkeu Jakarta, Selasa  (5/5/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara dengan ketahanan terbaik di tengah krisis global.

Purbaya mengatakan, Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara yang tahan terhadap krisis energi global berdasarkan hasil analisis JP Morgan.

Hasil analisis tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walau krisis global kita nomor 2 paling kuat dibanding negara-negara lain bahkan di atas Amerika, China, Australia dan lain-lain. Ini dari JP Morgan," ujar Purbaya dalam acara APBN KiTA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Selain JP Morgan, Purbaya menyebut Asian Development Bank (ADB) juga memiliki analisis yang sama. Akan tetapi, data tersebut tidak dapat dipublikasikan karena khawatir memiliki ketidakstabilan di negara dengan posisi lebih rendah.

ADVERTISEMENT

"Cuma mereka nggak bisa publish, karena kalau mereka publish nanti negara-negara yang di bawah goncang, jadi minta jangan di-publish. Tapi official ADB bilang sama saya kita di atas, mungkin di top dua juga," ungkapnya.

Atas analisa tersebut, Purbaya menilai publik tak perlu berlebihan merespons krisis energi global. Ia juga membantah anggapan pesimistis yang menyebut kondisi ekonomi saat ini setara dengan krisis 1998.

Menurut Purbaya penilaian tersebut tidak didukung data yang akurat dan cenderung mengabaikan perbedaan kondisi ekonomi saat ini dengan masa lalu.

"Mereka tidak punya data yang akurat. Mungkin 97-98 juga sebagian belum pada lahir tuh. Terus nganalisa. Tapi tidak lihat pada waktu itu seperti apa yang terjadi di ekonomi kita. Mereka prediksi 98 akan terjadi lagi kan katanya. Anda perhatikan, 98 jatuh pemerintahan setelah ekonomi resesi selama satu tahun penuh. Kita sekarang boro-boro resesi, masih ekspansi, masih akselerasi," pungkasnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads