Purbaya Jawab Kritik Media Asing soal MBG-Kopdes: Lihat Eropa Berapa Defisitnya

Purbaya Jawab Kritik Media Asing soal MBG-Kopdes: Lihat Eropa Berapa Defisitnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Mei 2026 12:46 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (14/10/2025). Dalam agenda ini Purbaya bersama jajarannya kompak mengenakan batik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Sebanyak dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto dikritik habis-habisan oleh media asing. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih disebut cuma membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pasang badan soal tudingan tersebut. Ketika ditanya awak media dia tidak menjawab tegas apakah dua program itu membebani APBN.

Menurutnya, dua program itu, pemerintah mampu menjaga tata kelola fiskal dengan baik. Defisit APBN menurutnya masih bisa dijaga di bawah ambang batas 3% dari PDB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kan fiskal kita bisa dikendalikan di bawah 3% dari PDB, tahun lalu bukan 2,9% lho malah 2,8% dari PDB defisitnya. Jadi, nggak ada masalah," ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, media asing itu menuding bahwa kebijakan fiskal Indonesia berantakan dengan hadirnya dua program prioritas Prabowo. Padahal sejauh ini tata kelola fiskal masih terjaga dengan baik.

Purbaya justru menyerang balik, menurutnya masih banyak negara yang tata kelola fiskalnya buruk karena defisitnya berada di atas 3% dari PDB. Dia mempertanyakan banyak juga negara Eropa yang defisitnya besar tapi tidak dipermasalahkan.

"Jadi, kalau The Economist memandang kebijakan fiskal kita berantakan, mereka suruh lihat deh negara-negara di Eropa berapa defisitnya," tegas Purbaya.

Bukan cuma urusan defisit, urusan pengelolaan utang juga disebut Purbaya. Selama ini pengelolaan utang di Indonesia terjaga baik dengan rasio utang terhadap PDB di bawah standar global 40%, ketika banyak negara maju di Eropa rasio utangnya mendekati 100%.

"Utangnya juga berapa? Itu mendekati 100% semua utangnya, kita masih mendekati 40%," sebut Purbaya.

Menurutnya, dengan pengelolaan keuangan negara baik, seharusnya media asing itu tidak memberitakan yang jelek-jelek untuk Indonesia, sebaliknya Purbaya bilang seharusnya Indonesia dapat puji-pujian. "Seharusnya The Economist memuji kita," pungkasnya.

(hal/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads