Purbaya soal Isu Pembentukan Badan Ekspor: Presiden yang Umumin

Purbaya soal Isu Pembentukan Badan Ekspor: Presiden yang Umumin

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 16:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). Pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026 guna menjaga stabilitas ekonomi
Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons rumor yang menyebut pemerintah bakal membentuk Badan Ekspor. Badan khusus tersebut dinarasikan akan berperan sebagai pengelola komoditas tertentu seperti sawit, batu bara, dan komoditas mineral lain untuk tujuan ekspor.

Purbaya tak banyak berbicara terkait rumor tersebut. Eks Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengaku tidak tahu dan mengatakan Presiden Prabowo Subianto yang akan mengumumkannya.

"Wah saya nggak tahu, nanti Presiden (Prabowo) yang umumin," singkat Purbaya saat ditemui di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo sendiri dijadwalkan akan menghadiri sidang paripurna di DPR RI pada Rabu (20/5) untuk menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Kabarnya pembentukan Badan Ekspor akan diumumkan Prabowo di momen tersebut.

ADVERTISEMENT

Dari rumor yang beredar, eksportir diwajibkan menjual komoditas tertentu ke Badan Khusus tersebut untuk selanjutnya diekspor ke pembeli luar negeri. Muncul juga pertanyaan apakah badan tersebut akan berada di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) selaku pengelola investasi strategis (sovereign wealth fund) Indonesia.

Namun di kalangan pelaku pasar, rumor ini dikhawatirkan menambah tekanan terhadap emiten tertentu di pasar modal, menambah birokrasi ekspor, hingga menekan margin perusahaan.

Lihat juga Video Modus Korupsi Manipulasi Ekspor CPO yang Bikin Negara Rugi Rp 14 T

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads