Prabowo Besok Pidato Kerangka Ekonomi Makro, Purbaya: Ini Sejarah!

Prabowo Besok Pidato Kerangka Ekonomi Makro, Purbaya: Ini Sejarah!

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2026 21:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi (kiri ke kanan) Sekjen PKS Muhammad Kholid, Waketum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua Umum PDIP sekaligus
Presiden Prabowo Subianto.Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, buka suara soal rencana pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna di DPR Rabu (20/5/2026).

Dalam acara tersebut, Prabowo akan menyampaikan tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Purbaya juga mengaku masih menanti isi dari pidato tersebut. Hingga saat ini, ia mengaku belum mengetahui isi pidato yang akan disampaikan Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Justru itu. Kita tunggu Presiden ngomong. Masa gue kasih, gue bocorin? Saya nggak tahu, Presiden akan ngomong sendiri," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Namun begitu, Purbaya menyebut pidato tersebut akan menjadi sejarah lantaran KEM-PPKF akan disampaikan langsung oleh kepala negara. Menurutnya, keputusan menyampaikan KEM-PPKF sepenuhnya menjadi hak Prabowo sebagai Presiden.

ADVERTISEMENT

"Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato KEM-PPKF. Nggak ada (alasan), kan bebas. Nggak ada hukumnya kan. Saya pikir nggak ada undang-undangnya kan. Suka-suka lah. Kebetulan Presiden mau ngomong ya nggak apa-apa. Saya sih senang, kenapa? Gue nggak ngomong," terang Purbaya.

Dalam pidato tersebut, Purbaya meyakini Prabowo akan menyampaikan sejumlah program prioritas dalam RAPBN 2027. Karenanya, hal tersebut lebih baik disampaikan langsung oleh Prabowo.

"Ada pesan-pesan penting yang di KEM-PPKF, di mana di KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi harus dia yang ngomong, bukan saya," tutur Purbaya.

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads