Rp 50 Juta yang Mengubah Peruntungan Pemilik Warung Madura di Palmerah

Rp 50 Juta yang Mengubah Peruntungan Pemilik Warung Madura di Palmerah

Gibran Maulana Ibrahim - detikFinance
Senin, 25 Mei 2026 08:00 WIB
Warung madura milik Sutarna dan Suharni di Palmerah, Jakarta Barat.
Foto: Gibran Maulana
Jakarta -

Sore hari seperti biasa bagi Sutarna. Pemilik warung madura di sebuah gang Jakarta Barat tengah melayani pembeli. Tak ada yang menyangka, nasib keluarganya berubah karena Rp 50 juta.

Berada di Gang Nurul Huda II, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Jakarta, warung madura milik Sutarna dan istri, Suharni, tengah ramai didatangi pembeli, Sabtu (23/5/2026). Teriakan 'beli' dari bocah hingga yang sudah berusia sahut-menyahut di warung Sutarna.

Sembari melayani pembeli, Sutarnya menceritakan awal mula dirinya dan istri mendirikan usaha warung madura. Semua berawal ketika masa-masa sulit pandemi COVID-19 di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini warung dari 2021, dekat-dekat COVID," ujar Sutarna memulai ceritanya kepada detikcom.

Sebelum memiliki usaha warung madura, Sutarna sehari-hari narik angkot di sekitaran Palmerah. Sutarnya ingin mengubah nasib. Saat itu, dirinya diberitahu soal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI oleh teman satu profesinya.

ADVERTISEMENT
Warung madura milik Sutarna dan Suharni di Palmerah, Jakarta Barat.Warung madura milik Sutarna dan Suharni di Palmerah, Jakarta Barat. Foto: Gibran Maulana

"Karena dulunya kan narik-narik angkot itu sudah susah, akhirnya punya pikiran gimana caranya harus berubah nih. Kalau di angkot terus mah kayak gini-gini aja makin sulit. Ada teman yang ngambil di BRI tuh, teman saya punya angkot," ujar Sutarna yang didampingi istrinya saat wawancara.

Bermodalkan surat-surat mobil dan sertifikat rumah, Sutarna dibantu temannya untuk mengambil KUR BRI di Kebayoran. Sutarna ikut bersama temannya ke bank. Kredit pun cair dan Sutarna langsung menggunakannya untuk membuka warung madura di depan rumahnya.

"Cairlah 50 (juta) tuh langsung saya buat usaha ini. Jadi, saya udah serahin saya ambil ini," beber Sutarna.

Cicilan Rp 50 juta, kata Sutarnya, kini sudah selesai. Kini, Sutarna kembali mengambil cicilan di BRI Palmerah atas nama istri.

"Menolong banget ini BRI," sebut Sutarna.

Suharni menambahkan, warung madura yang dijalankannya awalnya hanya mempunyai beberapa barang untuk dijual, tidak sebanyak sekarang. Berkat modal dari BRI, usaha keluarga Sutarna terus berkembang hingga dirinya kini tidak lagi narik angkot.

"Alhamdulillah. Berkat BRI, menolong banget pas COVID," kata Suharni sembari menunjukkan bukti pengambilan KUR BRI. Sutarna menyebut, dia dan istri sudah 3 kali mengambil pinjaman di BRI.

Omzet Tembus Rp 12 Juta/Hari

Warung madura Sutarnya bukan satu-satunya toko kelontong di wilayah ini. Di depan dan belakang rumahnya juga ada warung madura. Sutarnya bersyukur usahanya tetap laris dan ramai pelanggan.

"Rezeki istilahnya sudah diatur sama yang kuasa, sama Allah, gitu ya. Tinggal kita jalani aja. Kita baik-baik sama orang," kata Suharni.

Lewat usaha warung madura ini, Sutarna dan Suharni bisa mendapatkan omzet Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta dalam sehari. Pernah, katanya Suharni, omzet warung maduranya tembus Rp 12 juta dalam sehari.

"Waktu itu pernah 12 juta sehari, waktu konveksi masih rame-ramenya," ujar Suharni.

Peruntungan keluarga ini berubah drastis lewat usaha warung madura yang dibantu KUR BRI. "Alhamdulillah, lah. Intinya, kita yang penting bersyukur aja gitu. Dikasih rezeki begini, alhamdulillah," tutur Suharni.

Upaya Dorong Kapasitas Pelaku Usaha

BRI, lewat KUR, berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran serta berkelanjutan. BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian, guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Secara kinerja, sepanjang 2025 BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran dialokasikan ke sektor produksi, dengan porsi mencapai 64,49% dari total penyaluran.

Pada periode Januari hingga Maret 2026, BRI berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 47,09 triliun kepada 947 ribu nasabah pinjaman. Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan pembiayaan mencapai Rp 19,86 triliun atau setara 42,16% dari total KUR yang sudah disalurkan

BRI menegaskan penyaluran KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. Melalui langkah tersebut, BRI optimistis dapat terus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan petani, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," ujar Dirut BRI Hery Gunardi dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

(gbr/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads