Kawasan Investasi Tamchy SFIT Bangun Pusat Bisnis Perdana, Ini Fasilitasnya

Kawasan Investasi Tamchy SFIT Bangun Pusat Bisnis Perdana, Ini Fasilitasnya

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2026 10:54 WIB
Pusat bisnis Tamchy SFIT di tepi Danau Issyk-Kul.
Foto: dok. Tamchy SFIT
Jakarta -

Kawasan Investasi Keuangan Khusus Tamchy (Tamchy SFIT) membuka pusat bisnis pertamanya di tepi Danau Issyk-Kul, Republik Kirgiz, yang akan menampung kantor perusahaan pengelola, seiring persiapan untuk operasi bisnis di masa depan dan penerimaan penghuni (residen).

Pusat bisnis seluas 3.850 meter persegi ini memiliki ruang kantor dan ruang kerja bersama (co-working space), aula konferensi multifungsi, serta ruang pertemuan. Sebuah restoran dan kafe direncanakan akan dibuka di lokasi tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

"Tamchy SFIT hadir tepat pada saat dunia bisnis internasional sedang aktif mencari jangkar kepercayaan baru. Pembukaan pusat bisnis pertama kami menandai dimulainya kehidupan operasional yang nyata di wilayah ini," Ketua Dewan Manajemen Tamchy SFIT sekaligus Menteri Kehakiman Republik Kirgiz, Ayaz Baetov, dalam siaran pers, Rabu (3/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sedang membangun jembatan keuangan dan logistik antara pasar CIS, Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika-dan hari ini, jembatan tersebut memiliki alamat pertamanya. Lokasi ini sedang mempersiapkan diri untuk menyambut para penghuni pertamanya," imbuhnya.

Sebelum pembukaan, Dewan Manajemen telah membentuk perusahaan pengelola, menyetujui rencana pengembangan pusat keuangan tersebut, serta mengadopsi paket awal regulasi. Proses seleksi untuk Ketua dan hakim di Pusat Internasional Penyelesaian Sengketa juga sedang berlangsung.

ADVERTISEMENT

Tamchy SFIT didirikan berdasarkan Undang-Undang No. 136 Republik Kirgiz, tertanggal 10 Juli 2025, di area sekitar 6.000 hektare di tepi Danau Issyk-Kul.

Para penghuni akan beroperasi berdasarkan prinsip hukum umum Inggris (English common law), mendapatkan
tarif pajak nol selama 49 tahun, serta hak penuh untuk memulangkan keuntungan ke negara asal. Pada tahun 2035, kawasan ini menargetkan untuk menampung lebih dari 3.900 perusahaan dan menciptakan lebih dari 10,000 perkerjaan.

Tonton juga video "Mau Mulai Investasi? Dengarkan Tips dari Dirjen Kemenkeu Yuk!"




(prf/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads