Airlangga Kejar Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Rampung Tahun Ini

Airlangga Kejar Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Rampung Tahun Ini

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 06 Jun 2026 14:55 WIB
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) triwulan-1 di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 mampu tumbuh 5,61% secara tahu
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung tahun ini. Hal ini dianggap langkah strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan, dan memperkuat kerja sama investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.

Airlangga juga telah bertemu dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, untuk membahas langkah lanjutan untuk proses ratifikasi IEU-CEPA. Proses ini ditargetkan rampung di semester II tahun 2026.

"Kami menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian, Sabtu (6/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keduanya juga menyepakati untuk mempercepat proses ratifikasi berjalan sesuai jadwal. Pembahasan juga mencakup langkah lanjutan menjelang kunjungan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Komisioner Perdagangan Uni Eropa, Maros Sefcovic, ke Jakarta.

ADVERTISEMENT

Airlangga menjelaskan, IEU-CEPA menjadi instrumen penting dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Karenanya, penyelesaian proses ratifikasi menjadi prioritas agar manfaat perjanjian dapat dirasakan pelaku usaha di kedua negara.

Salah satu manfaat yang akan diperoleh adalah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98% pos tarif. Kesepakatan ini membuka akses pasar yang lebih luas ke Uni Eropa melalui fasilitas tarif nol persen untuk sebagian besar produk ekspor nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga juga mendiskusikan program Global Gateway Uni Eropa yang diarahkan untuk mendukung proyek strategis, termasuk investasi dan pengembangan sektor mineral kritis. Kerja sama ini memiliki prospek besar mengingat Indonesia tengah mempercepat program hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah.

Sementara itu, Uni Eropa juga membutuhkan pasokan mineral strategis untuk mendukung transisi energi dan pengembangan industri teknologi hijau.

"Kami juga membahas peluang kerja sama investasi melalui berbagai program strategis, termasuk pengembangan sektor mineral kritis yang menjadi perhatian kedua pihak," pungkas Airlangga.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads