Luhut Ungkap Bansos Nanti Bentuknya Tunai, Rp 5,4 Juta/ Orang

Luhut Ungkap Bansos Nanti Bentuknya Tunai, Rp 5,4 Juta/ Orang

Andi Hidayat, Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 09 Jun 2026 20:22 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.Foto: Herdi Alif Al Hikam
Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bantuan sosial (bansos) ke depan tidak akan berbentuk barang. Menurut Luhut bansos akan disalurkan tunai atau direct cash transfer.

Berdasarkan data yang dihimpunnya, menurut Luhut setiap penerima manfaat bansos akan menerima direct cash transfer Rp 5,4 juta.

Selain itu, kata Luhut, para penerima bansos tunai tersebut akan dikelompokan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya melihat nanti subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada yang menerima karena rata-rata kita kumpulkan semua bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya, ada Rp 5,4 juta per orang. Ini nanti akan dikelompokkan dengan AI," ungkap Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/6/2026).

Selain penyaluran bansos, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM juga akan didorong menggunakan AI. Luhut mengatakan, lengkah ini menjadi upaya digitalisasi atau Government Technology (GovTec) yang dilakukan oleh pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Kita akan bisa mendorong untuk membuat UMKM dengan tentu memberikan KUR yang baik, karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena tadi, Government Technology," terangnya.

Luhut menambahkan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan berbasis digital didukung AI. Kemudian akhir tahun ini, ia menyebut pemerintah akan memiliki identitas data tunggal atau Digital Single ID yang terintegrasi.

"Mungkin akhir tahun ini akan ada Digital Single ID yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted. Jadi akan sesuai dan itu akan menghemat angka cukup besar," pungkasnya.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads