Kedelai Masih Impor Saat Dolar AS Rp 18.000, Pemerintah Guyur Subsidi

Kedelai Masih Impor Saat Dolar AS Rp 18.000, Pemerintah Guyur Subsidi

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 10 Jun 2026 08:30 WIB
Pekerja memproduksi tahu berbahan kedelai impor di Duren Tiga, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Ilustrasi kedelai.Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pemerintah bakal mengucurkan subsidi untuk menekan harga kedelai yang selama ini masih impor.

Sementara, Dolar Amerika Serikat (AS) sudah tembus lebih dari Rp 18.000. Zulhas mengatakan subsidi kedelai ini diberikan sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk 250.000 ton tahap pertama.

Keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga di tengah perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog," ujarnya usai melakukan Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Zulhas mengatakan keputusan untuk memberikan subsidi ini akan diproses lebih lanjut oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan. Keputusan ini pun kata Zulhas telah dilaporkan ke orang nomor satu di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan akan membuat surat ke sana, tapi ini sudah dilaporkan ke Bapak Presiden," ujar Zulhas.

Untuk teknisnya, Zulhas belum merincikan namun ia mengatakan pemerintah telah menugaskan kepada Perum Bulog.

"Nanti Bulog yang akan mengatur teknisnya seperti apa," terang Zulhas.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads