Mark Zuckerberg Ngaku Salah Pecat Ribuan Karyawan Gegara AI

Mark Zuckerberg Ngaku Salah Pecat Ribuan Karyawan Gegara AI

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 13 Jun 2026 21:00 WIB
Mark Zuckerberg resmi mengumumkan perubahan nama Facebook menjadi Meta.  (AP Photo/Eric Risberg)
Mark Zuckerberg/Foto: AP/Eric Risberg
Jakarta -

Chief Executive Officer (CEO) Meta, Mark Zuckerberg, mengaku telah melakukan kesalahan kepada para karyawan karena melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal sebagai bagian dari upayanya menerapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).

Zuckerberg telah menggelontorkan ratusan miliar dolar AS untuk pengembangan teknologi AI di perusahaan induk Facebook dan Instagram itu. Dalam pelaksanaannya, pada Mei lalu perusahaan sempat memberhentikan 10% dari tenaga kerjanya secara global dan memindahkan 7.000 karyawan ke inisiatif baru yang terkait dengan alur kerja AI.

Atas dasar inilah, salah satu orang terkaya di dunia itu kemudian mengirimkan sebuah memo internal kepada karyawan Meta. Zuckerberg menjelaskan perkembangan teknologi AI yang sangat pesat dan tantangan yang ditimbulkannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengingat kompleksitas perubahan ini, kami telah melakukan kesalahan dan hampir pasti akan melakukan lebih banyak kesalahan," kata Zuckerberg dalam memo tersebut sebagaimana dikutip dari Reuters, Sabtu (13/6/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, pendiri Facebook itu menambahkan bahwa ia akan berfokus pada penyediaan stabilitas kepada para karyawan sebanyak mungkin dalam hal perubahan organisasi ke depannya. Meski ia tidak bisa berjanji tidak akan ada PHK massal lagi ke depan.

"Saya tidak ingin memberikan janji yang berlebihan karena dunia sedang berubah dengan cara yang di luar kendali kita," katanya sembari menegaskan bahwa Meta tidak mengharapkan PHK massal di seluruh lini perusahaan tahun ini.

Dalam hal ini, Zuckerberg mengatakan Meta akan mencoba semaksimal mungkin dalam menemukan peran atau posisi baru bagi para karyawan yang ditugaskan kembali untuk melatih model AI.

"Dengan menciptakan peran baru yang penting bagi orang-orang, ini juga memungkinkan kami untuk mengurangi ukuran tim karena kami tahu bahwa jika kami melakukan kesalahan di beberapa tempat, kami dapat memindahkan beberapa orang kembali," kata Zuckerberg.

Di sisi lain bos Instagram itu juga mengatakan perusahaan berencana untuk meningkatkan investasi dalam inisiatif membangun tim baru, termasuk anggaran yang lebih tinggi untuk kegiatan di luar kantor dan acara perusahaan. Meski saat ini Meta menolak berkomentar mengenai memo tersebut ketika dihubungi.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads