FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun 1,6% Gara-gara El Nino

FAO Prediksi Produksi Beras Global Turun 1,6% Gara-gara El Nino

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 19 Jun 2026 14:54 WIB
Foto udara petani memanen padi menggunakan mesin pertanian di Patianrowo, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (5/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, luas panen padi nasional pada Maret 2026 sebesar 1,61 juta hektare dengan produksi beras untuk kon
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Mada
Jakarta -

Organisasi Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO) memprediksi produksi beras dunia turun 1,6% pada musim 2026/2027 menjadi 552,4 juta ton. Produksi yang menurun ini disebabkan karena ketidakpastian cuaca seiring dengan kemungkinan munculnya fenomena El Nino.

Berdasarkan laporan FAO edisi Juni 2026, FAO menyebut produksi beras dunia pada musim tanam 2026/2027 mencapai 552,4 juta ton. Angka ini turun 1,6% dibandingkan prediksi musim tanam 2025/2026 yang mencapai 561,6 juta ton.

"Akibatnya, produksi beras global diperkirakan turun 1,6 persen dibandingkan rekor tertinggi pada musim 2025/2026, menjadi 552,4 juta ton," tulis laporan tersebut, Jumat (19/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

FAO menilai hampir seluruh wilayah di dunia diperkirakan mengalami penurunan hasil panen dibandingkan musim lalu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Afrika yang dinilai tidak terjadi penurunan hasil panen.

ADVERTISEMENT

Beruntungnya di kawasan Asia, FAO menyebut penurunan produksi tidak akan terlalu signifikan. Sebab, pada masa tanam di Asia ditopang oleh pasokan air yang baik melalui irigasi hingga peningkatan dukungan sarana produksi bisa menjadi bantalan.

Penurunan hasil panen ini dibayangi oleh tingginya konsumsi masyarakat dunia yang menembus angka 558,1 juta ton. Kendati begitu, FAO menilai tidak perlu panik karena sisa pasokan dari musim lalu dipastikan bakal menjadi penyelamat alias buffer pasokan yang kokoh.

Sementara itu, stok beras dunia pada akhir 2026/2027 diperkirakan tetap tinggi di angka 213,8 juta ton. Angka ini bahkan mencetak sejarah sebagai rekor cadangan tertinggi kedua sepanjang sejarah.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi kemungkinan terjadinya El Nino. Amran mengatakan stok pangan aman dalam menghadapi fenomena kekeringan tersebut.

"Baru saja kami dipanggil Bapak Presiden Republik Indonesia, beliau menanyakan progres tentang pertanian secara umum, mulai dari pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan. Yang pertama kami laporkan bahwasanya stok kita per hari ini, ini bulan Juni, itu berada pada sekitar 5,2 juta ton sampai dengan hari ini," kata Amran di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads