Peluang bisnis waralaba atau franchise di Indonesia dinilai masih menjanjikan. Industri ini tercatat masih tumbuh rata-rata 10-15% per tahun.
Ketua Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI) Levita Ginting Supit, mengatakan minat masyarakat untuk terjun ke dunia wirausaha melalui sistem franchise masih sangat besar. Sektor makanan dan minuman (F&B), jasa, serta ritel masih menjadi primadona yang paling diminati.
Menariknya, tren pelaku usaha waralaba saat ini didominasi oleh generasi muda. Menurutnya, banyak lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki pengalaman kerja berani terjun menjadi entrepreneur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka berani terjun sebagai entrepreneur dengan modal kreativitas tinggi serta selalu adaptif dalam mengikuti tren pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Berkat dorongan inovasi tersebut, Levita menyebut bisnis waralaba terus bertumbuh. Bahkan, ia menyebut nilai dari industri tersebut menembus angka ratusan triliun.
"Bisnis waralaba di Indonesia kini bernilai lebih dari Rp 143 triliun dan terus bertumbuh, bahkan semakin banyak brand lokal yang siap melebarkan sayap ke pasar internasional. FLEI adalah panggung yang tepat untuk mempertemukan mereka dengan peluang itu," tutur Levita.
Franchise & License Expo Indonesia (FLEI Business Show) pada edisi ke-27 dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober 2026 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) PIK 2. Tahun ini FLEI hadir dengan skala jauh lebih besar dan digelar berdampingan dengan dua pameran lain dari Panorama Media, yaitu Cafe Brasserie Expo (CBE) dan Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE), membentuk satu ekosistem pameran bisnis terintegrasi di bawah satu penyelenggara. Pendaftaran exhibitor kini resmi dibuka.
Pada FLEI ke-26, gabungan tiga pameran ini menarik lebih dari 45.000 pengunjung dan melahirkan ribuan kesepakatan bisnis. Yang paling penting bagi calon exhibitor, 92% exhibitor menyatakan ingin kembali berpartisipasi, indikator paling jujur tentang hasil yang dibawa pulang.
International Business Summit menjadi pembeda utama edisi ke-27. Program ini dihadirkan sebagai wadah kolaborasi eksklusif dan pertukaran peluang bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan pemain internasional, membuka jalan bagi brand lokal untuk berekspansi ke pasar global sekaligus memfasilitasi masuknya brand internasional ke Indonesia.
"Dunia bisnis terus berkembang secara dinamis, dan kolaborasi lintas batas kini menjadi kunci utama untuk tetap kompetitif. Melalui edisi ke-27 ini, kami berkomitmen memperkuat peran FLEI bukan hanya sebagai tempat transaksi domestik, melainkan sebagai platform kokoh yang mendorong kemitraan global dan kolaborasi lintas negara," ujar President Director Panorama MediaRoyanto Handaya.
Summit ini melengkapi rangkaian program yang menjadi magnet pengunjung sekaligus mesin penghubung bisnis. FLEI Business Conference menghadirkan workshop praktis dan talk show bersama lebih dari 10 pembicara utama. Business Matching mempertemukan exhibitor langsung dengan calon mitra, sementara Business Coaching, Consultation Clinics, Masterclasses & Workshops, hingga Master Franchise Segments memastikan pengunjung datang dengan niat berbisnis. Bagi exhibitor, program inilah yang menarik pengunjung berkualitas ke lokasi dan mengubah perjumpaan menjadi kesepakatan.
Untuk edisi ke-27, penyelenggara menargetkan lebih dari 20.000 pengunjung khusus untuk FLEI Business Show. Slot exhibitor kini terbuka untuk brand waralaba, peluang usaha, solusi ritel, lisensi IP, hingga distributor dan reseller, dengan jumlah terbatas di setiap kategori.
(rea/ara)









































