Harga Ayam di Peternak Ditetapkan Paling Murah Rp 19.500/Kg, Telur Rp 24.000

Harga Ayam di Peternak Ditetapkan Paling Murah Rp 19.500/Kg, Telur Rp 24.000

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 06 Jul 2026 13:55 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga acuan pembelian (HAP) ayam ras hidup atau livebird minimal sebesar Rp 19.500 per kilogram (kg) di tingkat peternak dan harga telur sebesar Rp 24.000/kg. Ketentuan ini mulai berlaku mulai 15 Juli mendatang.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan kebijakan ini diambil setelah melalui serangkaian diskusi bersama pemangku kepentingan, mulai dari peternak ayam broiler, peternak ayam daging, peternak ayam pedaging, hingga Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Salah satu hasil keputusannya adalah mulai tanggal 15 Juli ini nanti harga live bird, harga ayam pedaging di semua peternak, kemudian dengan size apapun itu kita akan putuskan di harga Rp 19.500 per kilogram, minimal dan juga Rp 24.000 per kilogram untuk telur," ujar Sudaryono usai pertemuan tersebut di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penetapan harga ini dinilai untuk menciptakan ekosistem peternakan yang lebih sehat. Sudaryono menjelaskan pemerintah tidak ingin ada celah bagi oknum-oknum yang mencari keuntungan sepihak dengan menekan harga di tingkat peternak.

ADVERTISEMENT

Namun, pemerintah juga tetap memperhatikan Harga Eceran Tertinggi (HET) di konsumen. Sudaryono berharap penetapan harga ini dipatuhi oleh seluruh pihak. Dengan begitu, sektor peternakan dapat lebih efisien.

"Efisien dari produksinya, efisien dari distribusinya, sehingga gap antara HPP dan HET-nya itu jangan terlalu besar," tambah Sudaryono.

Sebelumnya, harga ayam di kandang terjun bebas ke angka Rp 13.000/kilogram (kg). Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkapkan, penurunan ini telah berlangsung sejak April 2026, di mana penurunannya sempat di angka Rp 18.000/kg.

Padahal harga pokok produksi (HPP) telah naik ke angka Rp 22.000-23.000/kg. Kondisi ini terjadi karena kenaikan sejumlah bahan pokok produksi.

"Ini sudah jadi musibah bagi peternak Rp 15.000/kg. Di Jabar (Jawa Barat) sudah Rp 13.000-14.000/kg. Terburuk ini," kata Peternak dari Permindo Asep Saepudin, saat dihubungi, Sabtu (27/6).

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads