Stok Ayam & Telur Melimpah, RI Lirik Peluang Ekspor ke Arab-China

Stok Ayam & Telur Melimpah, RI Lirik Peluang Ekspor ke Arab-China

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 06 Jul 2026 14:33 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas pasar ekspor untuk komoditas daging ayam dan telur seiring kelebihan pasokan (oversupply). Kini, Indonesia membidik Arab Saudi hingga China.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengatakan Indonesia kini tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi sudah pada posisi oversupply untuk komoditas daging ayam dan telur. Menurutnya, saat ini Indonesia sudah berhasil menembus pasar di 11 negara.

"Kita ini kalau untuk daging ayam sama telur, bukan lagi swasembada. Kita ini oversupply, jadi kita sudah juga mengekspor ke berapa? 11 negara, dan kita akan terus tingkatkan kuantitasnya," ujar Sudaryono dalam konferensi pers kantornya, Jakarta Selatan, Senin (6/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryono menjelaskan salah satu pasar ekspor besar yang kini sedang dijajaki, yakni Arab Saudi. Hal ini seiring dengan tingginya kebutuhan pangan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Salah satunya adalah market yang besar adalah Arab Saudi, kaitannya untuk umroh dan kebutuhan haji kita yang besar. Ini kita lagi jajaki," jelas Sudaryono.

Selain Arab Saudi, pemerintah juga tengah menjajaki dengan China. Sudaryono menjelaskan ceker ayam paling digemari masyarakat Negeri Tirai Bambu tersebut.

"Termasuk juga ke China sebagai market yang besar, di sana salah satu komoditas dari ayam yang diminati itu adalah ceker ayam. Jadi selain orang Indonesia, ternyata orang China itu dia makan banyak ceker ayam. Ini bagian dari diplomasi," terang ia.

Menurut Sudaryono, langkah ini tak lepas dari diplomasi Presiden Prabowo Subianto dalam setiap kunjungan ke luar negeri. Sudaryono menilai Prabowo selalu membawa misi dagang dalam setiap kunjungannya.

"Jadi kalau misalnya Pak Presiden banyak jumpa dengan banyak tokoh negara atau kepala negara lain, itu salah satunya urusan begini-begini. Urusan bagaimana menggolkan urusan ekspor komoditas sarang walet lah, durian lah, ekspor buah lah, ekspor apapun, termasuk di dalamnya adalah ekspor komoditas peternakan, dan juga perikanan," beber Sudaryono.

Berdasarkan data Kementan, pada Maret 2026 Indonesia mengekspor 545 ton produk unggas senilai Rp 18,2 miliar ke negara tujuan seperti Singapura, Jepang dan Timor Leste. Ekspor tersebut didominasi telur konsumsi sebanyak 517 ton (±8,13 juta butir), sementara sisanya berupa daging ayam dan produk olahan bernilai tambah.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kinerja ekspor unggas menunjukkan tren peningkatan. Tahun 2024 ekspor unggas tercatat sekitar ±300 ton dengan nilai sekitar Rp 10-11 miliar, sementara 2025 meningkat menjadi ±400 ton dengan nilai Rp 13-15 miliar.

Peningkatan kinerja ekspor ditopang produksi nasional yang kuat. Indonesia mencatat per Maret 2026 produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan konsumsi setahun 4,12 juta ton, produksi telur ayam ras 6,54 juta ton dengan konsumsi setahun 6,47 juta ton.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads