Digitalisasi di Kawasan Berikat Diperkuat buat Permudah Ekspor-Impor

Digitalisasi di Kawasan Berikat Diperkuat buat Permudah Ekspor-Impor

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2026 12:00 WIB
Ilustrasi Kontainer Ekspor
Ilustrasi/Foto: Unsplash
Jakarta -

Pengelolaan proses kawasan berikat, operasional logistik, dan inventori bisa dilakukan perusahaan dalam satu platform terpadu. Salah satunya, PT Mattel Indonesia yang mengimplementasikan BZone, platform Bonded Zone IT Inventory untuk meningkatkan efektivitas operasional, mengoptimalkan proses logistik, pengelolaan inventory, serta memperkuat akurasi data dan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi kawasan berikat dan kepabeanan.

Sistem ini mendukung otomatisasi pelaporan kepabeanan, pemantauan inventori secara real-time untuk meningkatkan akurasi data, mempercepat proses bisnis, dan menjaga kesesuaian terhadap regulasi yang berlaku, serta terintegrasi dengan CEISA 4.0 Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. BZone merupakan platform Bonded Zone IT Inventory yang dirancang untuk mendukung perusahaan yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat (Kaber), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Chief Executive Officer (CEO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia Anang Ind Pratama, mengatakan kebutuhan industri manufaktur saat ini tidak lagi terbatas pada digitalisasi proses, tetapi juga integrasi antara operasional dan kepatuhan terhadap regulasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perusahaan manufaktur, khususnya yang beroperasi di kawasan berikat, membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga mengintegrasikan proses operasional secara menyeluruh. BZone kami kembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui otomatisasi proses, dan terintegrasi dengan sistem pemerintah sehingga perusahaan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga
kepatuhan," ujar Anang dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Anang, tantangan yang dihadapi Mattel Indonesia pada dasarnya juga dihadapi oleh banyak perusahaan manufaktur yang memanfaatkan fasilitas Kawasan Berikat. Perubahan pendekatan pengawasan kepabeanan menuju sistem yang semakin terdigitalisasi membuat perusahaan perlu membangun sistem yang mampu mengintegrasikan proses operasional dengan pelaporan kepabeanan secara real-time.

"Transformasi digital di sektor manufaktur saat ini juga didorong oleh perubahan regulasi. Bagi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor, kepatuhan bukan lagi sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi fondasi kelangsungan bisnis karena ketidaksesuaian data maupun pelaporan dapat menghambat proses logistik, memperlambat arus barang, hingga mempengaruhi kelancaran operasional perusahaan. Implementasi BZone di Mattel Indonesia menunjukkan bahwa solusi teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar operasional dan kepatuhan yang dibutuhkan perusahaan manufaktur global," tambahnya.

Chief Commercial Officer (CCO) PT Eka Reka Palakerti Indonesia, Contardo Satria Gondokusumo, menjelaskan bahwa implementasi BZone di Mattel Indonesia menjadi tonggak penting dalam perluasan portofolio ERP Indonesia di sektor manufaktur berorientasi ekspor. Setelah lebih dari delapan tahun mendukung digitalisasi berbagai perusahaan manufaktur di Indonesia, kerja sama ini mencerminkan semakin luasnya penerapan BZone pada perusahaan dengan kebutuhan operasional yang kompleks serta standar kepatuhan yang tinggi.

Sistem IT Inventory BZone memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan perkembangan regulasi di masa mendatang. BZone akan dikembangkan secara bertahap untuk mendukung integrasi proses bisnis di departemen logistik dan ekspor-impor sekaligus memastikan setiap transaksi terdokumentasi secara tepat dan akurat.

Tonton juga video "Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Ekspor Ilegal Tanah Jarang PT PMM"

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads