Biaya Selangit Punya Mobil di Singapura, Rp 1,8 M Hanya untuk Sertifikat!

Biaya Selangit Punya Mobil di Singapura, Rp 1,8 M Hanya untuk Sertifikat!

Retno Ayuningrum - detikFinance
Kamis, 09 Jul 2026 08:29 WIB
Tak ada yang tak mengenal patung merlion. Tak hanya menjadi ikon nasional, merlion pun menjadi daya tarik andalan pariwisata Singapura, tepatnya di Merlion Park
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Butuh biaya besar untuk mempunyai mobil di Singapura. Sebab, pembeli mobil di negara tersebut harus merogoh kocek hingga hampir US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,8 miliar (kurs Rp 18.000) hanya untuk mendapatkan sertifikat kepemilikan mobil kecil.

Dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2026), nominal tersebut muncul setelah biaya dalam sistem kuota kendaraan Singapura mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Rabu (8/7) waktu setempat. Sebagai informasi, pemerintah Singapura menerapkan sistem Certificate of Entitlement (COE) atau sertifikat hak kepemilikan.

Warga yang ingin memiliki mobil wajib memenangkan lelang sertifikat ini agar diizinkan memiliki kendaraan selama 10 tahun. Kebijakan ini diberlakukan guna membatasi populasi kendaraan di jalan raya agar tidak lebih dari 1 juta unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Punya Mobil Butuh Rp 2,5 M

Harga satu sertifikat izin mobil kecil kini setara dengan biaya untuk membeli empat unit mobil Toyota Corolla di Amerika Serikat (AS). Jika ditotal dengan harga kendaraan, biaya registrasi, dan pajak, satu unit mobil kecil di Singapura bisa menelan biaya hingga 179.888 dolar Singapura atau setara US$ 139.000 atau Rp 2,5 miliar.

ADVERTISEMENT

Jika dibandingkan dengan pendapatan warga Singapura, rata-rata gaji tahunan rumah tangga sebesar 149.352 dolar Singapura. Mobil di Singapura jauh melampaui harga sebuah apartemen kecil bersubsidi pemerintah yang dipatok mulai dari 139.000 dolar Singapura.

Di hadapan parlemen, Menteri Transportasi Singapura, Jeffrey Siow, mengatakan tingginya harga ini disebabkan oleh permintaan yang tetap kuat, terutama dipicu oleh harga mobil listrik yang semakin kompetitif. Di sisi lain, kuota sertifikat untuk kendaraan kecil yang tersedia di pelelangan justru terus menyusut.

Harga sertifikat ini naik empat kali lipat dibandingkan masa sebelum pandemi dan belum menunjukkan tanda-tanda akan melandai. Sebagai catatan, pada lelang pertama tahun ini, harga sertifikat masih berada di angka US$ 78.844.

Fenomena ini memaksa banyak produsen otomotif global melakukan strategi khusus di pasar Singapura. Mereka sengaja menurunkan performa mesin pada model-model populer agar kendaraan tersebut masuk dalam klasifikasi kapasitas mesin di bawah 1,6 liter. Dengan begitu, pembeli bisa mendapatkan kualifikasi sertifikat yang lebih murah.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads