Presiden Prabowo Subianto mendapatkan hasil laporan kinerja BUMN. Dari laporan terbaru, dia mengatakan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang selama puluhan tahun merugi kini sudah mulai untung.
"Saya dapat laporan bahwa beberapa BUMN yang sekian puluh tahun rugi, rugi, rugi, tahun ini mulai untung, saudara-saudara sekalian. Mulai untung ya," ujar Prabowo dalam pidatonya yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (10/6/2026).
Prabowo mengatakan keuntungan tersebut didapati usai adanya pembenahan di BUMN yang tengah dilakukan oleh BPI Danantara. Pasalnya kata Prabowo, sebelum dilakukan pembenahan, BUMN merupakan sarang korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga merasa besar hati bangga, berapa hari ini saya dapat laporan-laporan hasil, hasil-hasil yang kita dapatkan. BUMN-BUMN yang merupakan sarang korupsi puluhan tahun, sedikit demi sedikit mulai kita benahi," kata Prabowo.
Prabowo mengaku kaget ketika dia baru dilantik jadi Presiden Indonesia bahwa jumlah BUMN dan anak usahanya yang mencapai lebih dari seribu perusahaan. Menurut perkiraannya itu, jumlah BUMN maksimal hanya 400 perusahaan saja.
"Begitu saya dilantik jadi presiden baru saya diberitahu BUMN kita 1.077. itu pun jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan. Dan itu adalah cara mereka untuk sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan," ungkap Prabowo.
Dia menyebutkan hingga hari ini Danantara sudah tutup 240 BUMN yang dinilai rugi dan pada akhir Juli ini akan mencapai 250 BUMN yang bakal ditutup.Dari penutupan tersebut, negara telah menghemat hampir Rp 70 triliun.
(hrp/hal)









































