Pelaku Usaha Mikro Kecil Tidak Bisa Kelola Dapur MBG, Ini Alasannya

Pelaku Usaha Mikro Kecil Tidak Bisa Kelola Dapur MBG, Ini Alasannya

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 15 Jul 2026 14:06 WIB
Petugas menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tubo, Ternate, Maluku Utara, Senin (8/6/2026). Kementerian Keuangan melaporkan realisasi anggaran program MBG hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp88,15 tr
Ilustrasi dapur MBG.Foto: Antara Foto/Andri Saputra
Jakarta -

Menteri Usaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menanggapi keluhan soal pelaku usaha mikro dan kecil tidak dilibatkan sebagai pengelola dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Maman dapur MBG memang diberikan kepada pelaku usaha menengah karena membutuhkan kapasitas usaha dan modal besar. Di sisi lain, Maman menilai UMKM sering disalahartikan sebagai pelaku usaha kecil saja, padahal ada juga yang menengah.

"Orang banyak protes, 'Oh kenapa dapur umum begini-begini, hanya melibatkan usaha-usaha di atasnya, tidak mikro dan kecil gitu ya?'. Lho, emang dapur umum itu untuk usaha menengah. Yang selama ini kita sering sekali salah menafsirkan seakan-akan UMKM itu hanya usaha mikro dan kecil. Enggak. UMKM itu usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Maman dalam Raker dengan Komisi VII DPR, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena dari skala permodalan dibutuhkan modal yang cukup besar, angkanya kurang lebih sekitar Rp 1,5-3 miliar. Kalau ini diserahkan kepada usaha mikro dan kecil, enggak mampu mereka secara permodalan," sambungnya.

Namun, Maman membantah penilain Program MBG tidak melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil. Menurutnya program MBG telah membuka ruang bagi usaha mikro, kecil untuk terlibat sesuai kapasitas masing-masing.

Misalnya, menjadi bagian dari rantai pasok dapur, sebagai pemasok bahan baku MBG.

ADVERTISEMENT

"Oh enggak. Makanya dibukalah ekosistem, diberikan kesempatan kepada usaha mikro dan kecil untuk mereka bisa ikut berpartisipasi. Seperti apa? Supplier-supplier beberapa produk-produk. Dari bumbu dapur, ada juga banyak orang mengatakan itu yang jualan telur hanya ini nggak juga, ada juga yang pemasok telur-telur itu masuk ke dalam ekosistem ini, yang jualan ayam, jualan bumbu dapur, jualan sayur segala macam. Artinya maksud saya ekosistem ini membuka ruang kepada usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah," jelas Maman.

Tonton juga video "Curhat Asosiasi Mitra BGN di DPR: Ada Keracunan, Dapur Kami Di-Suspend"

(hrp/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads