Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait kondisi perekonomian Indonesia. Laporan dari Purbaya, kata Prabowo, menyebutkan saat ini ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang baik meski dunia tengah dilanda ketidakpastian.
"Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus. Di tengah dunia yang susah-susah, di tengah perang di mana-mana, kita masih lumayan," ujar Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memamerkan sejumlah capaian pemerintah di sektor energi. Proyek gas abadi Masela yang sebelumnya mangkrak selama 28 tahun kini mulai dilakukan pembangunan.
Asal tahu saja, proyek gas abadi Masela dengan nilai investasi mencapai US$ 20,95 miliar atau sekitar Rp 390 triliun telah groundbreaking atau diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Kamis kemarin.
Kemudian dalam bulan ini juga, Indonesia menjadi negara pertama yang mengimplementasikan mandatori biodiesel B50 yang merupakan campuran 50% bahan bakar nabati ke dalam minyak solar. Dengan begitu, Prabowo mengklaim mulai bulan ini, Indonesia sudah tidak lagi impor solar.
"Jadi, mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri, Saudara-saudara. Lebih baik uang itu beredar di Indonesia. Dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia," kata Prabowo.
Prabowo juga bilang bahwa kini pemerintah mulai mengembangkan penggunaan bensin campuran etanol atau E10. Hal ini dilakukan guna mengurangi impor bensin.
"Jadi nanti bensin bisa dicampur dengan 10% etanol. Tapi tadi para petugas mengatakan kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan, kita akan bangun minimal 30 pabrik etanol. Kalau perlu sampai 50 pabrik," kata Prabowo.
(hrp/hal)









































