Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Bantuan, Pupuk hingga Operasi Pasar

Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Bantuan, Pupuk hingga Operasi Pasar

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 13:49 WIB
Menko Pangan Zulhas
Menko Pangan Zulhas / Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan difungsikan sebagai infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan dan barang bersubsidi. Kopdes juga akan menjadi pelaksana operasi pasar.

Zulhas mengatakan langkah ini dilakukan karena Kopdes Merah Putih akan tersebar di setiap desa di Indonesia sehingga mempermudah proses pendistribusian.

"(Kopdes Merah Putih) infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan, barang-barang yang bersubsidi melalui kooperasi desa Merah Putih atau Kelurahan Merah Putih. Termasuk nanti kalau ada operasi pasar, karena tiap desa akan ada Kopdes atau kooperasi Kelurahan," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya untuk bantuan pangan, Zulhas mengatakan bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan dikirim terlebih dahulu ke Kopdes Merah Putih. Selanjutnya, koperasi akan menyalurkan bantuan tersebut kepada masyarakat penerima manfaat di masing-masing desa.

"Itu bantuan, ada juga subsidi, subsidi itu apa misalnya. Pupuk, ya pupuk nanti langsung Kopdes-Kopdes yang ke rakyat. Kan tiap desa kan ada, sawah petani kan ada di desa kan. Nah jadi nanti penyaluran pupuk itu melalui koperasi desa merah putih atau kalau untuk ikan ya nelayan gitu ya," katanya.

ADVERTISEMENT

Terkait operasi pasar, Zulhas mengatakan sejumlah komoditas yang disiapkan pemerintah nantinya akan langsung didistribusikan ke Kopdes Merah Putih di setiap desa. Menurutnya, pelaksanaan operasi pasar melalui Kopdes dapat meminimalkan potensi penyimpangan dalam penyaluran barang.

"Kalau nanti kalau ada operasi pasar, langsung ke Kopdes. Jadi tiap desa ada barangnya. Sehingga tidak akan, apa namanya itu, sekarang kan di oplos dan sebagainya ya," terangnya.

Selain itu, Zulhas mengatakan Kopdes Merah Putih juga akan menjadi offtaker hasil pertanian warga. Nantinya, Kopdes Merah Putih akan membeli gabah sesuai harga yang ditetapkan pemerintah apabila harga di tingkat petani berada di bawah harga acuan.

"Misalnya harga gabah diputuskan pemerintahan Rp6.500, di situ gabahnya Rp 5.000. Maka nanti yang akan membeli, mengambil alih adalah Koperasi desa Merah Putih sebagai offtaker. Jadi itu fungsi utamanya," katanya.

"Jadi jangan dibayangkan Kopdes itu supermarket seperti toko serba ada, bukan. Nanti kalau dia lebih lengkap lagi itu nanti. Tapi sementara dia adalah infrastruktur pemerintah dan juga sebagai offtaker," sambungnya.

(hrp/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads