Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Prabowo: RI Penghasil Sawit, Tak Masuk Akal

Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Prabowo: RI Penghasil Sawit, Tak Masuk Akal

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 20 Jul 2026 15:56 WIB
Prabowo pimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Eva/detik)
Foto: Presiden Prabowo Subianto pimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Eva/detik)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengaku heran dengan kelangkaan stok minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu. Padahal menurunya, Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.

Hal tersebut ia ungkap dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Prabowo mengatakan, kelangkaan minyak menjadi sesuatu yang tidak masuk akal.

"Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng saudara-saudara. Sesuatu tak masuk di akal," ungkap Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Prabowo mengatakan Indonesia mengalami distorsi ekonomi yang ditandai dengan keluarnya kekayaan negara secara signifikan. Hal tersebut terjadi imbas praktik under invoicing atau pemalsuan dokumen pelaporan nilai barang yang jauh di bawah harga transaksi.

ADVERTISEMENT

"Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar, tiap tahun. Dengan praktik praktik under invoicing, pemalsuan laporan, under invoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik-praktik penyelundupan, hal hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," jelasnya.

Prabowo mengatakan, praktik-praktik tersebut masuk dalam laporan sejumlah lembaga internasional seperti PBB. Namun menurutnya, semua negara di dunia juga telah mengetahui praktik tersebut di Indonesia.

"Kita dihadapi dengan masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital kalau ini kita biarkan. Kalau kebocoran ratusan miliar dolar dibiarkan keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," pungkasnya.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads