Pegadaian Dorong Ekosistem Emas Lewat Indonesia Bullion Market Association

Pegadaian Dorong Ekosistem Emas Lewat Indonesia Bullion Market Association

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Selasa, 21 Jul 2026 10:17 WIB
Pegadaian Dorong Ekosistem Emas Lewat Indonesia Bullion Market Association
Foto: Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) mengambil peran dalam penguatan ekosistem emas nasional melalui pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Bersama para pelaku industri emas nasional, Pegadaian menjadi bagian dari sidang pleno pembentukan asosiasi tersebut.

Sidang yang digelar di Pegadaian Tower, Jakarta, Senin (20/7) ini menandai fase final dari proses legalitas pembentukan asosiasi IBMA, sekaligus menjadi awal bagi Indonesia untuk membangun pasar bullion yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.

Dalam sidang pleno tersebut, Selfie Dewiyanti, yang merupakan Direktur Pemasaran, Penjualan & Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) secara resmi terpilih dan disahkan sebagai Ketua Umum IBMA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran IBMA membawa misi transformasi besar bagi perekonomian nasional. Kami ingin mengubah paradigma masyarakat dan industri terhadap emas, dari yang tadinya hanya untuk melindungi nilai aset, menjadi aset keuangan yang produktif, likuid, dan aktif," ujar Selfie Dewiyanti dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

ADVERTISEMENT

"Dengan dukungan penuh berbagai regulator, kami optimistis bisa melahirkan inovasi produk dan layanan berbasis emas yang mampu membawa Indonesia menjadi Leading Bullion Market in Southeast Asia," sambungnya.

Adapun agenda utama sidang berfokus pada pengesahan Anggaran Dasar (AD), pembahasan serta penetapan Anggaran Rumah Tangga (ART), dan penandatanganan berita acara pleno. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan 11 perusahaan pendiri (founders) yang berkumpul pada 6 Maret 2026 lalu, yang kemudian dituntaskan secara administratif oleh Tim Formatur, Tim Teknis, dan Tim Notaris di bawah arahan strategis perwakilan pemerintah, Bapak Ferry Irawan, yang merupakan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara Kemenko RI.

Sebagai salah satu produsen emas terbesar, Indonesia memiliki pondasi geologis yang sangat kuat untuk menjadi pusat pasar bullion. Namun, selama ini potensi tersebut belum teroptimalkan karena belum adanya lembaga tunggal yang menyatukan para pelaku usaha dan menetapkan standar industri yang seragam.

IBMA hadir untuk mengisi ruang kosong tersebut. Bertindak sebagai mitra strategis regulator, asosiasi ini akan menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dari hulu hingga ke hilir, meliputi sektor, Pertambangan, Jasa Keuangan, serta Pemurnian (Refinery), Manufaktur & Jasa Pendukung Bisnis Lainnya sejalan dengan tujuan Asta Cita pemerintah.

Melalui sinergi yang kuat antara Kementerian Koordinator Perekonomian, didukung oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan juga BP BUMN, IBMA berkomitmen membantu negara dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset emas nasional agar memberikan nilai ekonomi (value creation) yang jauh lebih tinggi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan organisasi, PT Pegadaian (Persero) secara resmi memfasilitasi kantor sekretariat dan ruang rapat utama IBMA yang berlokasi di Gedung Pegadaian Tower, Jakarta. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat tepat karena Pegadaian sendiri telah berevolusi menjadi pusat ekosistem emas nasional yang paling terintegrasi di Indonesia.

Lebih lanjut, seluruh fasilitas pendukung industri emas telah tersedia lengkap, mulai dari Layanan Bank Emas Pegadaian, Fasilitas mesin ATM Emas Pegadaian, Toko retail emas Galeri 24, dan laboratorium pengujian kadar emas G-Lab.

Kehadiran kantor sekretariat IBMA di pusat ekosistem ini diharapkan dapat semakin mempererat komunikasi seluruh anggota, sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan strategis, serta menjadi pusat edukasi investasi emas yang terpercaya bagi masyarakat luas.

Dengan disahkannya kepengurusan dan legalitas IBMA pada sidang pleno tersebut, industri emas Indonesia kini siap melangkah masuk ke era modernisasi pasar bullion yang kokoh, transparan, dan diakui di kancah internasional.



(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads